• Cari Sekolah Dekat Rumah

    Oleh : Inilahkoran30 Mei 2018 12:22

    PEKAN depan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai dibuka. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Ahmad Hadadi mengajak calon peserta didik mencari sekolah yang paling dekat rumah.


    Simak jadwal ini. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan berlangsung dalam dua gelombang. Pertama, 4-8 Juni 2018 untuk jalur keluarga ekonomi tidak mampu (KETM).


    Kemudian penghargaan maslahat bagi guru (PMG), anak berkebutuhan khusus (ABK)/disabilitas, warga penduduk setempat (WPS), dan prestasi. Sementara jalur nilai hasil ujian nasional (NUHN) dibuka 5-10 Juli 2018.


    Hadadi optimistis, PPDB tahun ini akan berjalan baik dan sukses. Secara substansial PPDB hadir untuk memberikan keadilan kepada seluruh sekolah.


    “Melalui PPDB ini, kami berharap seluruh sekolah di Jawa Barat telah memiliki kualitas yang sama, tidak ada lagi pelabelan sekolah favorit dan tidak favorit,” kata Hadadi, Senin (28/5).


    Dia menegaskan semua anak usia sekolah di Jawa Barat harus sekolah. Pendidikan merupakan hak seluruh warga negara Indonesia. Di Jawa Barat tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Hal ini didukung beberapa kebijakan, termasuk kebijakan zonasi PPDB tahun ini.“Tidak perlu khawatir memilih sekolah, carilah sekolah paling dekat,” ujar Hadadi.


    Dia mengimbau agar masyarakat bisa mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku dalam PPDB. Jangan memaksakan kehendak untuk bersekolah di sekolah A atau B. Carilah sekolah yang terdekat dengan rumah.


    Agar semua peserta didik nyaman bersekolah, Hadadi mengatakan upaya pemerintah kini adalah melakukan pemerataan mutu sekolah. Dengan demikian, tidak ada pelabelan sekolah mana yang favorit atau tidak. Semua sekolah di Jawa Barat akan menjadi sekolah unggulan.


    “Kami ingin melakukan pemerataan kualitas pendidikan. Inilah komitmen kami. Sehingga dengan pemerataan kualitas, PPDB akan berjalan baik. Kami juga ingin seluruh sekolah di Jawa Barat mempunyai kualitas yang sama,” jelas Hadadi.


    Dia menegaskan semua pihak harus mematuhi semua aturan PPDB. Jika tidak, ada sanksinya. Sanksi akan diberlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


    Ketua Panitia PPDB Jawa Barat yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan, Firman Adam mengatakan, sosialisasi PPDB sudah dilakukan secara bertahap. Sosialisasi dilakukan agar secara internal dan masyarakat luas memahami aturan PPDB dengan baik.


    Menurutnya, setelah melakukan evaluasi dari pelaksanaan PPDB sebelumnya, Firman mengatakan, ada beberapa perbedaan mekanisme PPDB tahun ini.


    “Pertama soal pendaftaran. Tahun lalu masyarakat bisa mendaftar secara online, langsung. Ia menginput data dirinya sendiri secara online. Sekarang, dengan pertimbangan tidak semua masyarakat bisa mengoperasikan IT, maka pendaftaran ke sekolah langsung yang dituju,” ujar Firman.


    Selain itu, kata Firman, untuk siswa yang akan mendaftar ke sekolah di luar kota atau kabupaten, siswa dapat mendaftarkan diri melalui cabang dinas pendidikan sesuai domisili.


    Perbedaan kedua, lanjut Firman, untuk jalur, tahun sebelumnya ada jalur akademik dan jalur non-akademik. Untuk tahun ini, ada lima jalur. Jalur KETM, PMG, ABK/disabilitas, prestasi, dan NHUN.


    PMG, katanya, diperuntukkan bagi calon peserta didik putra/putri guru mata pelajaran/guru bimbingan konseling/pengawas sekolah yang mendapat penghargaan maslahat berupa kemudahan mendapatkan pendidikan bagi putra-putrinya.“Jalur PMG memiliki kriteria sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru,” kata Firman.


    Sesuai peraturan pemerintah tersebut, jelas dia, syarat jalur PMG yaitu memiliki sertifikat pendidik, memiliki kesesuaian antara latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran/bidang yang diampu.


    Kemudian jumlah beban mengajar minimal 24 jam pelajaran bagi guru mata pelajaran/150 orang siswa yang dibimbing bagi guru bimbingan konseling/40 guru atau tujuh satuan pendidikan binaan bagi pengawas sekolah, dan berusia tidak lebih dari 60 tahun.


    Sementara itu, jalur ABK diperuntukkan bagi calon peserta didik berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.“Jalur ketiga warga penduduk setempat (WPS). Ini diperuntukkan bagi calon peserta didik dari warga penduduk setempat di sekitar lingkungan sekolah,” jelasnya.


    Jalur keempat adalah NHUN. Jalur ini diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memilih seleksi PPDB dengan menggunakan nilai hasil ujian nasional.


    Jalur kelima adalah prestasi atau bakat istimewa bidang akademik atau non-akademik, yang diperuntukkan sebagai penghargaan bagi calon peserta didik yang memiliki prestasi akademik atau non-akademik.Menurut dia, jalur prestasi atau bakat istimewa dapat diikuti oleh calon peserta didik dari berbagai kejuaraan.


    Kejuaraan yang diakui dalam jalur prestasi ini adalah bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, olah raga, pramuka, paskibra, Palang Merah Remaja, keagamaan, kreativitas, terutama kejuaraan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama.


    Firman mengatakan, hal yang baru pada PPDB tahun ini adalah adanya jalur warga penduduk setempat. Jalur ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat di sekitar sekolah yang tidak memenuhi kriteria jalur lainnya.


    “Karena sesuai pengalaman dan evaluasi PPDB sebelumnya, ada warga yang dekat dengan sekolah, tetapi tidak bisa masuk kategori tidak mampu, karena, dia mampu. Atau dia juga tidak bisa masuk jalur untuk penghargaan maslahat guru, karena bukan putra guru, masuk nilai hasil ujian nasional (NHUN) juga nilainya kecil. Warga setempat tidak bisa sekolah di sekolah yang dekat rumahnya, ini tentu juga kita hindari. Dan ini juga didukung Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa seleksi yang utama yaitu berdasarkan jarak,” jelas Firman.


    Sistem Zonasi

    Soal zonasi, Firman menjelaskan, tahun ini PPDB masih menggunakan sistem zonasi. Penerapan sistem zonasi untuk calon peserta didik yang berdomisili pada zonasi dalam wilayah Jawa Barat, paling sedikit sebesar 90% dari total jumlah keseluruhan calon peserta didik yang diterima.


    Adapun ketentuannya adalah kuota 20% bagi calon peserta didik dari jalur KETM; kuota 5% bagi jalur PMG dan ABK/disabilitas; kuota 10% bagi jalur WPS; kuota 40% bagi jalur NHUN, dan kuota 15% bagi jalur prestasi.


    Firman menjelaskan kuota tersebut masih bisa berubah jika salah satu kuota tidak terpenuhi. Misalnya untuk jalur KETM di SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 5, karena letaknya di perkotaan, dapat dipastikan jalur KETM tidak akan terpenuhi. Jalur tersebut dapat dialihkan menjadi jalur lainnya.


    “Kuota jalur NHUN dapat bertambah dari 40%, jika kuota jalur yang lainnya tidak terpenuhi. Selain itu, baik sekolah negeri maupun swasta wajib menyediakan kuota 20% bagi KETM. Jika kuota calon peserta didik dari KETM tidak terpenuhi, kuota ditambahkan pada kuota calon peserta didik bagi warga penduduk setempat yang berdomisili pada radius jarak terdekat,” ujar Firman.


    Untuk calon peserta didik yang berdomisili di luar wilayah Jawa Barat, memiliki paling banyak sebesar 10% dengan ketentuan kuota 5% diperuntukan bagi calon peserta didik yang mengikuti PPDB melalui jalur prestasi, dan kuota 5% diperuntukkan bagi calon peserta didik yang mengikuti PPDB melalui jalur NHUN.

    “Jika kuota jalur prestasi dan jalur NHUN dari luar wilayah Jawa Barat tidak terpenuhi, maka kuota dapat ditambahkan untuk kuota bagi calon peserta didik dari dalam wilayah Jawa Barat, sesuai jalurnya,” ungkap Firman.


    TAG :


    Berita TERKAIT