• Anugerah Budhipura di Depan Mata

    Oleh : Rianto Nurdiansyah27 Juli 2018 14:57

    JAWA Barat sepertinya akan kembali memborong penghargaan Budhipura. Lima komoditas unggulan berbasis iptek berpeluang meraih anugerah dari Kemeterian Ristekdikti itu.

    Lima komoditas inovatif itu adalah hasil pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Jawa Barat. Kelimanya yakni inovasi percepatan produksi benih kentang, inovasi rekayasa genetik pada ikan mas Marwana (ras Wanayasa), inovasi teknologi dry aging daging sapi pasundan menjadi daging premium, inovasi tractor pack di lahan berbukit dan inovasi kongflakes yaitu pangan fungsional pengganti terigu.

    Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa memaparkan kelima inovasi tersebut di hadapan tim juri penilaian anugerah Iptek 2018 di kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jumat (27/07/2018). Untuk saat ini, Jabar masuk lima besar nominator peraih Budhipura bersama lima provinsi lainnya. Penghargaan Budhipura akan diberikan pada saat puncak acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-23 di Riau 10 Agustus 2018 mendatang.

    Iwa menungkapkan, sistem inovasi daerah telah diterapkan dan dikembangkan di Jabar pada berbagai sektor sesuai dengan potensi wilayah. Komoditas unggulan di wilayah saat ini difokuskan pada pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi antara lain di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan permesinan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk.

    Kami di Jabar telah menerapkan iptek berbasis kebutuhan masyarakat sebagai solusi percepatan pembangunan, kata Iwa.

    Penerapan inovasi pada lima komoditas unggulan ini telah menunjukan hasil antara lain pada inovasi percepatan produksi benih kentang, mampu memperpendek waktu produksi 16 kali lebih singkat, produktivitas meningkat 9,6 kali lebih tinggi dan harga benih menjadi dua kali lebih murah.

    Inovasi teknologi dry aging daging sapi pasundan menjadi daging premium mampu meningkatkan kualitas dan harga daging sehingga terjadi pergeseran pasar dari pasar tradisional ke hotel, restoran dan catering. Sedangkan pada inovasi tracktor pack di lahan berbukit, mampu meningkatkan efisiensi dalam pengolahan tanah dan menumbuhkan kembali IKM suku cadang permesinan.

    Inovasi kongflakes pangan fungsional pengganti terigu, meningkatkan nilai tambah komoditas singkong sebesar 70% dan tersedianya makanan alternatif untuk autism serta menumbuhkan IKM baru di Jabar. Untuk inovasi rekayasa genetik pada ikan mas marwana (ras Wanayasa) mampu meningkatkan pertumbuhan sebesar 100% dan tahan terhadap penyakit.

    Pemprov Jabar secara konsisten telah menetapkan kebijakan dan menjalankan program inovasi ini untuk meningkatkan daya saing daerah, ujar Iwa.

    Menurutnya, hasil inovasi tersebut telah berhasil mendayagunakan kemajuan Iptek untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, meningkatkan nilai tambah produk dan menciptakan lapangan kerja baru.

    Pemprov Jabar telah meraih penghargaan Budhipura tiga tahun berturut-turut dari tahun 2015 sampai 2017. Untuk tahun 2017 inovasi berbasis iptek yang telah meraih penghargaan yaitu budidaya ikan patin, lele sangkuriang, kopi java preanger, tanaman indigofera dan budidaya ayam sentul.

    Iwa optimistis, di Hakteknas 2018 ini Jabar kembali akan mengulang sukses dengan meraih Budhipura keempat kalinya.Insya Allah kita akan kembali raih Budhipura tahun ini, ucap Iwa. (ing)


    TAG :


    Berita TERKAIT