• Jajaran Pemkab Purwakarta Tersinggung Dengan Pernyataan RK

    Oleh : Asep Mulyana14 Mei 2018 17:36
    INILAH, Purwakarta - Pernyataan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang menyebutkan ada penderita busung lapar di Kabupaten Purwakarta, menuai reaksi dari jajaran pemerintahan setempat. Dalam hal ini, pemkab merasa terganggu dan tehina dengan pernyataan tersebut.

    Reaksi tersebut ditunjukan oleh seluruh camat yang ada. Senin (14/5/2018) siang, 17 camat yang ada melakukan kumpulan spontanitas guna menyikapi persoalan tersebut. Kemudian, seluruh camat ini bersama-sama mendatangi Dinas Kesehatan setempat untuk meminta penjelasan terkait kabar busung lapar itu.

    Camat Sukasari, Jaya Pranolo yang dalam kesempatan ini mewakili 16 camat lainnya menegaskan, jika kabar tersebut merupakan pembohongan publik alias hoax. Dalam hal ini, pemerintah daerah merasa dilecehkan dan terhina.

    "Terlepas dari isu politik, dalam hal ini sudah pemerintah daerah merasa terhina dengan pernyataan tersebut," ujar Jaya kepada INILAH, saat mendatangi Dinkes setempat bersama para camat lainnya.

    Jaya mengaku, pihaknya tak habis pikir jika benar di Purwakarta ada yang mengalami busung lapar. Mengingat, kata dia, selama ini program-program pemerintah sudah berjalan maksimal dan telah berhasil menjadi piranti, baik dari sisi ketahanan pangan maupun di sektor kesehatan.

    "Kalau seperti itu pernyataannya, kami dari pemerintah daerah selaku penyelenggaran negara kesannya tidak bekerja. Dan sangat ironis, kalau di kita benar ada busung lapar. Ini seolah-olah Purwakarta itu adalah wilayah pedalaman," seloroh dia.

    Untuk itu, kedatangan para camat dan beberapa unsur desa ke Dinas Kesehatan ini pun sekaligus meminta supaya dinas terkait segera melakukan klarifikasi supaya bisa meredam keresahan masyarakat.

    Dia menegaskan, adanya pemberitaan tentang remaja busung lapar ini jelas telah menyinggung pemerintahan daerah. Terutama, para camat. Sebab, selama ini kinerja dari mulai Ketua RT, Ketua RW, Kades dan camat, dinilai gagal.

    Padahal, jangankan ada warga yang mengidap busung lapar, jika ada warga yang sakit lalu tidak ditangani dan dilaporkan ke pemkab, itu seluruh perangkat kecamatan mendapat sanksi tegas. Yakni, tunjangan aparatur ini tidak diberikan selama tiga bulan.

    "Ada warga yang sakit dan kita tak laporan saja, seluruh perangkat kecamatan hingga RT/RW nya akan mendapat sanksi dari pemkab. Apalagi kalau ada busung lapar yang sifatnya sangat fatal,"

    Sementara itu, kedatangan seluruh camat ini kemudian diterima oleh Sekretaris Dinkes, Dadan. Jajarannya menegaskan, tidak ada remaja asal Purwakarta yang menderita busung lapar.

    "Sesaat ada pemberitaan itu, kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan kepada remaja yang disangkakan busung lapar itu," ujar Dadan.

    Dia melansir, hasil diagnosa tim dokter yang diterjunkannya, remaja tersebut bukan mengalami busung lapar ataupun gizi buruk. Tapi, mengidap satu penyakit yang membuat tumbuh kembangnya tubuhnya tak normal.

    "Kalau dilihat dari tubuhnya memang betul ada kelainan. Tapi, kami tegaskan itu bukan busung lapar ataupun gizi buruk," tegas dia.

    Dadan mengaku, pihaknta berencana memeriksa lebih lanjut kesehatan remaja tersebut dengan membawanya ke laboratorium. Hal tersebut, untuk lebih memastikan penyakit yang diidapnya.

    "Pemeriksaan sementara yang dilakukan tim dokter kami, remaja ini mengidap hepatitis. Ada pembengkakan di limpa remaja tersebut," tambah dia.

    Dadan menambahkan, pihaknya juga akan memanggil dokter yang memeriksa dan mendiagnosa remaja itu mengidap busung lapar saat kunjungan Ridwan Kamil itu. Dalam waktu dekat, dokter tersebut harus memberikan keterangan mengenai pemeriksaannya itu.

    "Selama ini, di kita tidak ada bayi, anak ataupun remaja yang menderita busung lapar. Kalau benar ada, kasus ini sudah pasti kami laporkan ke provinsi maupun pusat," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT