• Headline

    Petani di Purwakarta Untung Besar Lakukan Pola Pertanian Organik

    Oleh : Asep Mulyana22 Mei 2018 17:42
    INILAH, Purwakarta - Sejumlah petani di Kabupaten Purwakarta terus berinovasi. Banyak di antara mereka, mencoba peruntungan baru dan beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.

    Alasan mereka, selain produk padi yang dihasilkan sehat, keuntungannya pun cukup besar dibanding pertanian konvensional yang menggunakan pemupukan secara kimia.

    Endang Yarmedi (65), salah seorang petani organik Kampung Cipamangkat Rp 16/08, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan mengatakan, sejak 13 tahun lalu dirinya mencoba untuk beralih ke pola pertanian organik.

    "Dengan pola konvensional, saya kerap merugi. Dari situ, saya kemudian mencoba beralih ke cara organik. Dan ternyata hasilnya memuaskan," ujar Endang kepada INILAH di kediamannya, Selasa (22/5/2018).

    Endang menuturkan, dalam satu hektare lahan dibutuhkan 10 ton pupuk organik. Jika dikonversikan, biaya produksi yang dibutuhkan dalam sehektare sekitar Rp 15 juta per musim.

    Memang, terang dia, secara kasat mata hasil produksinya sama saja dengan pertanian konvensional. Yakni, 6,2 ton per hektare. Gabah sebanyak 6,2 ton ini kemudian diolah menjadi beras dengan rendemen 70 persen dan hasilnya 4,5 ton beras.

    Saat ini, lanjut dia, harga beras organik mencapai Rp 20 ribu per kilogram. Jadi, rata-rata penghasilan dari sehektare ini mencapai Rp 80 juta. Kemudian dipotong biaya produksi Rp 15 juta. Keuntungannya mencapai Rp 65 juta per musim.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan menuturkan, dinasnya akan berupaya mendorong para petani supaya bisa mengembangkan pertanian padi organik.

    Mengingat, kata dia, potensi pengembangan sawah organik di wilayahnya ini cukup tinggi. Apalagi, salah satu sarana pendukung terealisasinya program tersebut sudah ada. Yakni, keberadaan air bersih yang belum terkontaminasi logam berat.

    "Potensi pengembangan sawah organik di wilayah kami cukup tinggi. Salah satu indikatornya, ketersediaan air bersih yang tidak tercemar logam berat masih cukup melimpah di wilayah kami," ujar Agus.

    Agun menjelaskan, daerah yang paling potensial untuk dikembangkan menjadi areal pertanian organik itu ada di sekitar wilayah Selatan Purwakarta. Semisal, wilayah Kecamatan Pasawahan, Bojong dan Kiarapedes.

    Saat ini saja, sambung dia, areal sawah yang sudah menggunakan sistem pemupukan organik di wilayahnya telah mencapai 200 haktere. Lahan pertaniam organik ini tersebar di tiga wilayah tersebut. Ke depan, dinasnya menargetkan di wilayah Selatan ini akan ada 1.000 hektare lahan menjadi area persawahan organik.


    TAG :


    Berita TERKAIT