• Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Situ Cangkuang Meningkat 15 Persen

    Oleh : Nul Zainul Mukhtar22 Juni 2018 18:56
    fotografer: Nul Zainul Mukhtar

    INILAH, Garut-Sejumlah kawasan obyek wisata di Kabupaten Garut mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan selama libur panjang Idul Fitri 1439 H/2018. Salah satunya kawasan obyek wisata alam dan Cagar Budaya Situ Cangkuang di Desa Cangkuang Kecamatan Leles Garut.

    “Alhamdulillah ! Lebaran sekarang ada peningkatan sekitar 15 persen dibandingkan (Lebaran) tahun lalu,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Situ Cangkuang pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Wawan K, Jum’at (22/6/18).

    Sebagai gambaran, tuturnya, pada hari pertama, jumlah pengunjung mencapai total sebanyak 1.138 orang terdiri atas 823 wisatawan domestik, dan 315 wisatawan asing. Pada hari kedua, pengunjung mencapai sebanyak 3.859 orang terdiri atas 2.900 wisatawan domestik, dan 959 orang. Pada hari ketiga liburan, jumlah pengunjung mencapai sebanyak 3.814 orang terdiri atas 2.749 orang wisatawan domestik, dan 1.065 wisatawan asing.

    Untuk menambah daya tarik pengunjung, pihak pengelola memasang payung-payung cantik bertebaran di areal taman depan komplek Kampung Adat Kampung Pulo menuju titik lokasi candi, makam tokoh penyebar Islam Syekh Arif Muhammad, serta bangunan musium cagar budaya situ/candi Cangkuang.

    Tak heran suasana tampak meriah, dan pengunjung pun bertambah antusias melakukan swafoto/foto selfie, selain berfoto di atas kendaraan rakit bambu menuju pulau tempat terdapat Candi, dan Kampung Adat Kampung Pulo.

    Sedangkan mengenai kenyamanan bagi pengunjung khususnya dalam hal kebersihan lokasi wisata, petugas setempat tampak sigap menjaganya. Terlebih kesadaran mereka relatif sudah terbangun, dan terlatih, menyusul dijadikannya obyek wisata Situ Cangkuang sebagai titik pantau penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2017. Kepala UPT Wisata Situ Cangkuang pun sempat menerima penghargaan Bupati Garut Rudy Gunawan terkait masalah tersebut pada 28 Nopember 2017 lalu.

    Dengan dijadikannya Situ Cangkuang sebagai titik pantai penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2017 itu, Kepala Disparbud Garut Budi Gan Gan pun mengklaim Situ Cangkuang merupakan obyek wisata terbersih di Jawa Barat.

    “Kami mengasumsikan, kemarin, Kabupaten Garut juara satu kabupaten sehat. Nilai tertinggi diraih salah satunya dari obyek wisata Cangkuang. Salah satu indikator penilaian kabupaten sehat itu kan harus ada obyek wisata ?” kilahnya.

    Sebelumnya, Budi Gan Gan sendiri berambisi menjadikan Situ Cangkuang sebagai Laboratorium Layanan Wisatawan pada Obyek Wisata di Garut. Obyek wisata yang bukan sekadar tempat berekreasi, dan bertamasya keluarga melainkan sekaligus tempat belajar mendapatkan pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan warisan nenek moyang.

    Pasalnya, selain panorama alam situ/danau yang mengeliling sebuah pulau dengan banyak pepohonan rindang, di sana juga terdapat sejumlah peninggalan budaya mulai masa neolithicum, megalithicum, masa Hindu, hingga Islam. Dibuktikan dengan berbagai temuan zaman prasejarah seperti alat-alat terbuat dari batu, pecahan tembikar, candi Hindu abad ke-8, dan makam kuno penyebar Islam Syekh Arif Muhammad. Selain wisata alam, juga wisata budaya termasuk wisata sejarah, dan ziarah.

    Karena itu pula areal pulau panjang seluas 10 hektare tempat bangunan Candi Hindu, makam Syekh Arif Muhammad, dan kampung adat Kampung Pulo-nya ditetapkan Pemerintah sebagai kawasan Cagar Budaya.

    Di pulau itu pula terdapat bangunan museum tepat penyimpanan berbagai benda bersejarah. Termasuk peninggalan Arif Muhammad, seperti mushaf al Qur'an tulisan tangan, dan naskah-naskah kuno dari lembaran kulit pohon saeh, termasuk naskah khutbah Jum'at ditulis pada selembar kulit kambing sepanjang 1,67 meter. Juga keris, batu aji, dan peluru dari batu.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT