• Headline

    Dedi Mulyadi Sebut Proses PPDB Tahun Ini Salah Kaprah

    Oleh : Asep Mulyana11 Juli 2018 13:28
    INILAH, Purwakarta - Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi, turut prihatin menyaksikan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/sederajat tahun ini. Pasalnya, banyak dari para orang tua siswa rela 'mendadak miskin' demi diterima di sekolah tertentu.

    Menurut dia, fenomena ini sangat ironis. Apalagi, mereka (orang tua) rela berbondong-bondong ke kantor desa/kelurahan setempat untuk mendapatkan Surat Keterangan Tidak Mampu.

    Dedi berpendapat, kebijakan penerimaan siswa baru berdasarkan SKTM yang diterapkan tahun ini sudah salah kaprah. Pasalnya, secara hakikatnya pendidikan tidak mengenal kaum kaya atau kaum miskin.

    "Saya hanya memahami pendidikan itu untuk seluruh rakyat. Artinya, tidak peduli itu si kaya miskin," ujar Dedi di kediamannya di Purwakarta, Rabu (11/7/2018).

    Dia menilai, semua orang harus mendapatkan pendidikan yang layak. Jadi, mengenyam pendidikan di sekolah itu menjadi sebuah keharusan. Karena judulnya 'wajib', maka tugas pemerintah wajib juga un erti k mempersiapkan berbagai fasilitas pendidikannya.

    Dalam hal ini, Dedi juga mengajak semua pihak untuk tidak menggunakan terminologi kaya atau miskin dalam dunia pendidikan. Menurut dia, istilah tersebut hanya pantas digunakan oleh stakeholder kependudukan dan sosial. Itu pun dalam upaya pengentasan kemiskinan dan bukan di bidang pendidikan.

    "Indikator kemiskinan itu kan bukan SKTM. Dinas Kependudukan dan Dinas Sosial, itu memiliki indikatornya. Ada standarnya untuk pengentasan kemiskinan. Kalau untuk mendapatkan pendidikan tidak perlu ada SKTM, itu jadul (jaman dulu) dan penyesatan," seloroh dia. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT