• Headline

    Densus 88 Kembali Amankan Terduga Teroris di Cirebon

    Oleh : erika11 Juli 2018 15:40
    INILAH, Cirebon - Seorang terduga teroris diamankan Tim Densus 88 Anti Teror di Kota Cirebon. Belum ada keterangan resmi mengenai penangkapan terduga teroris ini, namun aksi penangkapan memperoleh atensi besar warga sekitar.

    Berdasarkan informasi, terduga teroris berinisial Sy diamankan di kawasan Perumnas, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Selasa (10/7) malam. Ketua RW 18 Kelurahan Larangan, Sartono membenarkan penangkapan SR oleh Tim Densus 88 Anti Teror.

    "Semalam (Selasa malam) dibawa (diamankan petugas) di jalan ketika baru keluar dari rumah saudaranya di sini (Perumnas)," ungkap Sartono, Rabu (11/7).

    Menurutnya, sebelum diamankan, Sy sudah hampir satu bulan tinggal di rumah saudaranya. Penangkapan itu sendiri mengejutkan Sartono karena Sy pun merupakan saudaranya.

    Petugas Densus 88 anti teror sudah mengintai aktivitas Sy dua hari sebelum penangkapan. Sartono mengaku, sebelum penangkapan, dirinya dihubungi jajaran Polda Jawa Barat melalui pembina kelurahan.

    "Saya diundang untuk bertemu salah seorang perwakilan Polda Jabar dan diberitahu akan ada yang menjadi target penangkapan di wilayah saya ini sebagai terduga teroris. Saya kaget karena ini (Sy) masih sepupu saya," bebernya.

    Sy sendiri diduga terlibat jaringan teroris yang akan melakukan penyerangan ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, beberapa waktu lalu. Sartono mengatakan, Sy merupakan warga Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

    Pasca Sy diamankan, salah seorang anggota polisi meminta maaf kepada Sartono sebagai bentuk keprihatinan karena Sy diamankan sebagai terduga teroris. Sartono pun mengklaim memaklumi penangkapan itu.

    Tim Densus 88 selanjutnya diketahui menggeledah rumah saudara tempat Sy tinggal sementara. Menurut Sartono, alasan Sy tinggal menumpang di rumah saudaranya demi memperoleh ketenangan.

    "Saya tidak tahu persis apa saja barang yang diamankan petugas di rumah saudara Sy. Tapi, saya sempat melihat petugas mengamankan ponsel Sy dan dua kartu sim," ujar Sartono.

    Sy dikenal Sartono sebagai sosok yang tertutup dan bekerja sebagai pembuat stempel dengan kios di sekitar Jalan Evakuasi, Kota Cirebon. Sy biasa memulai aktivitas hariannya sejak pagi hingga sekitar pukul 21.00 WIB pulang ke rumah saudaranya di Perumnas.

    Sayang, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penangkapan Sy. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy saat dikonfirmasi sejumlah media massa enggan menanggapi kejadian itu dengan alasan bukan kewenangannya.

    TAG :


    Berita TERKAIT