• Dedi Mulyadi : Jokowi-Ma'ruf Amin Merupakan Pasangan Ideal Secara Ideologi.

    Oleh : Asep Mulyana10 Agustus 2018 18:26
    INILAH, Purwakarta - Calon Presiden dari Koalisi Indonesia Kerja, Joko Widodo, sepertinya sudah sangat mantap untuk menggandeng Kiai Ma’ruf Amin sebagai calon wakilnya.

    Hal ini pun menimbulkan respon positif dari sejumlah kalangan, tak terkecuali Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sebagai santri Kiai Ma'ruf Amin, Dedi sangat menyambut baik pilihan Joko Widodo.

    Dengan demikian, menurut dia, tidak ada lagi alasan untuk ragu dalam menjatuhkan pilihan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Mantan Bupati Purwakarta itu juga memastikan, perhelatan Pilpres 2019 akan berlangsung sejuk.

    Dia berpendapat, tidak akan ada lagi isu SARA sebagaimana pernah membelah konstelasi publik pada Pilpres 2014. Saat itu, isu sektarian menjadi andalan salah satu pasangan calon untuk menyudutkan pasangan calon lain.

    "Saya kira perjalanan kontestasi Pilpres kali ini akan berjalan sejuk. Tidak ada isu SARA. Kalau pun ada, tidak akan memperoleh eksposure bagus. Lah, kan Cawapres Pak Jokowi ini mbahnya ulama. Ini sesuai dengan keinginan mereka yang menginginkan Cawapres berasal dari ulama," kata Dedi kepada INILAH di Purwakarta, Jumat (10/8/2018).

    Dia memastikan jika pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan pasangan ideal secara ideologi. Pasalnya, keduanya memiliki akar dan ceruk potensial untuk mendulang suara di Pilpres 2019. Jokowi berasal dari kalangan nasionalis. Sementara Kiai Ma'ruf berasal dari kalangan religius.

    Dia memastikan, duet maut dua tokoh ini menjadi solusi bagi perdebatan berkepanjangan antara kaum nasionalis-moderat-plural dengan kaum fundamentalis-ultranasionalis. Keduanya, menurutnya, merupakan sintesa dari kondisi bangsa yang seolah terbelah akibat Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017 lalu.

    "Pak Jokowi menunjukan sikap seorang negarawan. Beliau paham betul kondisi bangsa Indonesia. Pasangan ini menjadi perekat tenun kebangsaan kita. Tidak ada keraguan memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin," seloroh dia.

    Kiai Ma'ruf Amin sendiri bukanlah sosok asing bagi Dedi Mulyadi. Dia merupakan guru baginya dan sering memberikan saran dan masukan terkait pembangunan akhlak di Purwakarta. Salah satunya, program pendalaman Kitab Kuning di Purwakarta diresmikan oleh Keturunan Syaikh Nawawi al-Bantani tersebut.

    "Beliau guru saya, beliau sangat mendukung program kitab kuning di Purwakarta saat saya masih menjabat Bupati. Datuk beliau (Syaikh Nawawi al-Bantani) dulu mengaji ke Purwakarta, ke Raden Haji Muhammad Yusuf atau Baing Yusuf. Nama guru datuknya saya jadikan nama untuk Masjid Agung," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT