• Headline

    Diduga Melanggar, Bupati Garut Didesak Copot Dirum PDAM

    Oleh : Nul Zainul Mukhtar12 Agustus 2018 13:30
    INILAH, Garut- Diduga melanggar aturan, Bupati Garut Rudy Gunawan didesak mencopot Aja Rowikarim dari jabatan Penjabat Sementara (PJ) Direktur Umum (Dirum), merangkap anggota Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut.

    Aja diketahui ikut seleksi calon Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut, tanpa terlebih dulu mengundurkan diri dari jabatannya.

    Padahal mestinya dia mengundurkan diri ketika mendaftar sebagai calon anggota Bawaslu. Hal itu sesuai Undang Undang Nomor 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilu pasal 85 huruf i, dan Perbawaslu 17/2017 tentang Pembentukan, Pemberhentian, dan Penggantian Antarwaktu Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan, Panitia Panwaslu Kelurahan/Desa, Panwaslu Luar Negeri dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara, pasal 7 poin k.

    Ketua Komisi A DPRD Garut Alit Suherman menyatakan seharusnya Aja mundur dari jabatannya ketika mendaftar seleksi Bawaslu.

    “Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, mau lolos seleksi atau tidak, dia (Aja) tetap mesti mundur dari jabatannya ketika mendaftar jadi anggota Bawaslu. Kalau saat ini dia masih menduduki jabatannya, kami minta Bupati Garut harus mencopotnya dari jabatannya. Ini sudah tak beretika,” kata Alit.

    Dikonfirmasi, Aja Rowikarim berkilah justru karena dirinya tak mundur dari jabatannya di PDAM maka dirinya tak lolos dalam seleksi Bawaslu.

    "Setelah dikonfirmasi saya tidak mundur, saya dianggap tak memenuhi syarat Bawaslu," ujarnya.

    Mengenai pekerjaannya yang wiraswasta pada data di Bawaslu, Aja menyebutkan hal itu berdasarkan identitas di Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

    "Di KTP elektronik, pekerjaan pasti wiraswasta. Karena bukan PNS," ucapnya.

    TAG :


    Berita TERKAIT