• Headline

    Main di Sungai, Peserta Jambore Pramuka Tewas Tenggelam

    Oleh : erika13 Agustus 2018 15:25
    fotografer: Ilustrasi/net
    INILAH, Majalengka - Adi Hafidz Arwani (12) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan jambore ranting (jamran) pramuka tingkat Kecamatan Bantarujeg di Desa Cikidang, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Senin (13/8/2018).

    Diduga, siswa Kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Persatuan Umat Islam (PUI) Babakan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka itu tenggelam saat mandi di sungai.

    Sekolah MI PUI Babakan, Burhan menyebutkan, anak didiknya meninggal dunia ketika mengikuti kegiatan pramuka."Jenazah korban sudah dibawa ke Puskemas Bantarujeg, setelahnya akan dibawa ke rumah duka," ungkapnya.

    Insiden itu bermula ketika korban dan dua kawannya hendak mandi di Sungai Cilutung, tak jauh dari lokasi kegiatan yang berlangsung sejak Senin (13/8) hingga Rabu (15/8) nanti. Saat itu, tengah berlangsung kegiatan lomba baris berbaris dan lomba pidato antar sekolah.

    Rupanya, korban dan dua temannya tak mengikuti kegiatan sampai selesai dan memutuskan mandi di sungai. Dari pengakuan kedua kawannya yang menjadi saksi kejadian, sebelum tenggelam, korban sempat terpeleset hingga mengenai batu di sekitar sungai yang cukup dalam da terjatuh.

    "Kedua teman korban sempat hendak menolong, tapi tak mampu dan memohon bantuan kepada petani di sekitar lokasi," katanya.

    Namun, nyawa korban tak tertolong. Kedua kawannya itu juga langsung melaporkan kejadian itu kepada pengurus Kwaran Pramuka Kecamatan Bantarujeg. Berdasarkan informasi, korban tinggal di Blok Babakan Cibujangga, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg. Kepala

    Sementara itu, Kapolsek Bantarujeg, Iptu Jojo Sutardjo, didampingi Danramil Bantarujeg Kapten (Inf) Abdul Hamid, membenarkan peristiwa meninggalnya korban siswa MI Babakan Cipeundeuy. Korban sudah dibawa ke Puskesmas Bantarujeg untuk menjalani pemeriksaan tim medis.

    "Setelah itu, korban dibawa ke rumah untuk dikebumikan," katanya.

    Pihaknya berjanji mendalami kejadian itu. Di sisi lain, dia pun berharap pihak penyelenggara lebih berhati-hati dan waspada dalam mengawasi anak didiknya.

    "Saya harap kejadian ini tak terulang dan semua pihak bisa mengambil hikmahnya. Pengurus Kwaran Pramuka Bantarujeg diharap lebih berhati hati dan waspada mengawasi para peserta jamran pramuka ini," tegasnya. [gin]


    TAG :


    Berita TERKAIT