• Headline

    Pesan Dedi Mulyadi bagi Para Caleg Golkar

    Oleh : Asep Mulyana14 Agustus 2018 09:57
    INILAH, Purwakarta - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi berpendapat, Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti akan melahirkan dampak elektoral terhadap partai. Ukuran negatif atau positifnya dampak tersebut, dapat tercermin dari sosok yang bertarung di Pilpres 2019.

    "Kami harap, para caleg, khususnya yang dari golkar tidak terlalu terfokus pada perhelatan Pilpres saja. Apalagi, sampai mendompleng popularitas capres dan cawapres. Karena, di 2019 itu bukan hanya Pilpres, tapi juga ada pelaksanaan Pileg," ujar Dedi di Purwakarta, Selasa (14/8/2018).

    Untuk itu, sambung dia, pihaknya mengajak para calon legislatif ini, terutama caleg dari partai tempatnya bernaung agar lebih fokus pada visi dan misi kepartaian untuk berkarya di parlemen nanti.

    Menurut dia, para calon anggota parlemen ini harus fokus untuk menuangkan gagasan dan ide original yang harus ditransformasikan kepada konstituen. Hal ini berkaitan dengan jenis kebutuhan setiap daerah pemilihan yang berbeda-beda. Sehingga, tidak liniear dengan isu pilpres.

    "Prose pengusungan capres dan cawapres kan sudah selesai. Berikutnya, kita fokus pada visi dan misi kepartaian untuk berkarya di parlemen. Para caleg harus memiliki gagasan dan ide personal yang original," katanya.

    Ketua DPD Partai Golkar Jabar itu memaparkan gagasan personal yang dia maksud. Analisis kebutuhan konstituen menurut dia harus segera dilakukan. Hal tersebut merupakan bentuk solusi yang disampaikan kepada mereka sebagai bentuk jawaban atas masalah yang berkembang.

    Misalnya, pembangunan irigasi dan peningkatan kesejahteraan buruh Kemudian ada unit kesehatan gratis yang siap membantu warga. Lalu, ada beasiswa untuk hafidz Quran. Saya kira ini solusi atas kebutuhan itu, tugas anggota parlemen mendorongnya agar masuk APBN," jelas dia.

    "Kalau melihat partai mana yang diuntungkan saat ini, saya kira Gerindra paling diuntungkan. Karena Pak Prabowo dan Pak Sandiaga berasal dari Gerindra. Kemudian, PKB dan PPP diuntungkan dengan sosok Kiai Ma'ruf. Ini kata pengamat ya bukan kata saya," seloroh dia.

    Karenanya, sebagai pimpinan tertinggi Golkar di Jawa Barat, pihaknya harus lebih bekerja keras. Pasalnya, formula baru harus diciptakan di pileg, karena ketiadaan sosok pendongkrak elektoral saat ini. Namun demikian, dia mengklaim, Golkar sudah cerdas untuk mengolah hal sedemikian itu.

    "Golkar harus tampil cerdas, salah satu caranya menampilkan gagasan dan ide calegnya sebagai solusi. Nantinya, efek elektoral akan dengan sendirinya lahir dari para caleg yang rata-rata tokoh berpengaruh di dapilnya. Jangan sampai keriuhan pileg tenggelam oleh pilpres," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT