• Headline

    Dedi Mulyadi Sentil Cuitan Farhat Abbas di Medsos

    Oleh : Asep Mulyana13 September 2018 11:15
    INILAH, Purwakarta - Pernyataan juru bicara Tim Kampanye Nasional, Farhat Abbas di jejaring sosialnya kembali menuai reaksi dari masyarakat. Pasalnya, cuitannya di akun Instragram resminya itu dianggap kontroversial.

    Pengacara kondang itu menyebut jika para pemilih Jokowi akan masuk surga. Sebaliknya, mereka yang tidak memilih presiden pejawat itu akan masuk neraka.

    Sontak saja, pernyataannya ini menimbulkan riak, terutama dari kalangan netizen. Alhasil, komentar-komentar pedas bermunculan, tak terkecuali dari Budayawan Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

    Pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi itu berpendapat, memang kalimat yang dilontarkan mantan suami Regina itu sangat ringan di mulut. Akan tetapi, implikasi negatif terhadap nilai moral politiknya sangat kuat.

    Selain itu, dia memandang pernyataan Farhat Abbas ini sangat tidak strategis. Apalagi, pernyataan ini keluar dari mulut seroang juru bicara.

    "Kalimatnya sih cukup ringan, tetapi isinya menyeret Agama yang suci ke dalam politik pragmatis. Saya kira itu sangat tidak strategis," ujar Dedi kepada INILAH, di Purwakarta, Rabu (12/9/2018) malam.

    Sebagai budayawan, dirinya mengaku tidak sepakat dengan pandangan yang mengatasnamakan Kuasa Tuhan dalam politik. Apalagi, dengan membawa dua instumen pembalasan amal ibadah manusia yakni Surga dan Neraka. Menurut Dedi, pandangan tersebut sangat kontraproduktif.

    "Lebih bagus sih, dengan melakukan pendidikan politik melalui pernyataan-pernyataan yang kita lontarkan. Apalagi, konten Pak Jokowi ini sangat banyak karena hasil kerja beliau sudah terasa. Menurut saya, pernyataan itu nalarnya harus diarahkan menuju pemahaman kualitas program," jelas dia.

    Selain itu, sambung dia, kokohnya suprastruktur dan infastruktur ekonomi Indonesia saat ini sangat perlu disiarkan. Tak hanya itu, kondisi ekonomi Indonesia yang prudent, menurut dia, justru terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    "Silakan cek saja, masyarakat Indonesia masih bisa tuh belanja di pasar. Para petani masih bisa tenang mengolah sawah dan ladang. Sektor industri kita bertahan dan berproduksi maksimal. Kenapa tidak ini saja yang disampaikan ke publik?," seloroh dia.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT