• Ekspor Keramik Purwakarta Mulai Menunjukan Tren Positif

    Oleh : Asep Mulyana14 September 2018 18:35
    INILAH, Purwakarta - Kabupaten Purwakarta, ternyata tak hanya terkenal dengan kuliner khas dan destinasi wisatanya saja. Tapi, ada produk kerajinan kriya buatan home industri masyarakat lokal yang juga sangat termasyur sampai saat ini.

    Bahkan, produk ini terkenal hingga ke beberapa belahan dunia. Adapun produk tangan masyarakat di wilayah ini, di antaranya Keramik hias, Tembikar, ‎Pot Bunga dan genteng.

    Para perajin kriya ini, salah satunya tersentral di Kecamatan Plered. Siapa sangka, para perajin kriya di kecamatan yang posisinya sebelah Barat‎ dari pusat kota itu terus menunjukan prestasi. Karena, hasil kerajinan tangan mereka ini bisa tembus pasar ekspor hingga ke wilayah Asia, Eropa, Amerika dan Afrika.

    Kepala UPTD Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Keramik Plered, ‎Bambang Mega Wahyu mengatakan, sejak beberapa tahun ini ekspor kerajinan kriya khas Plered menunjukan tren yang positif. Bahkan, dalam kurun waktu empat tahun terakhir ekspor kerajinan khas wilayah tersebut terus mengalami peningkatan.

    "Permintaan pasar ekspor cukup tinggi. Setiap tahun, terus mengalami peningkatan," ujar Bambang, Jumat (14/9/2018).

    Di 2018 ini saja, dia mencontohkan, hingga pertengahan tahun ini tercatat 81 kontainer telah membawa keramik khas Plered untuk kebutuhan ekspor tersebut. Menurutnya, kondisi ini sangat bagus. Apalagi, terjadi ketika rupiah sedang tergerus oleh dolar AS.

    Menurut dia, permintaan ekspor ini naik dibanding tahun lalu. Akan tetapi, untuk komparasi datanya harus merujuk pada penghitungan sampai akhir tahun mendatang.

    "Yang jelas, sampai saat ini kita sudah kirim 81 kontainer keramik. Target kami, sampai akhir tahun nanti bisa ekspor hingga 120 kontainer," jelas dia.

    Terkait erajinan kriya yang diekspor tersebut, dia menambahkan, mayoritas merupakan keramik hias dan vas fungsi. Seperti vas bunga. Keramik ini, banyak diminati oleh warga Amerika, negara-negara di Eropa serta Jepang.

    Jika di rupiahkan, sambung dia, perputaran uang dalam kegiatan ekspor keramik ini sangat tinggi. Sebab, untuk satu kontainernya nilai keramik tersebut mencapai Rp 300 juta. Apalagi saat ini, yang dikirim ke luar negeri sudah 81 kontainer.

    "Tinggal dikalikan saja. Perputaran uangnya telah terlihat," ujarnya.

    Bambang kembali menambahkan, dengan meningkatnya geliat usaha keramik ini, cukup mendorong warga setempat untuk kembali menjadi perajin.

    Saat ini saja, di wilayah tersebut ada 205 unit usaha perajin. Sedangkan, perajin dengan produk khusus impor ada 25 unit usaha. Dengan begitu, totalnya ada 230 unit usaha perajin.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT