• Headline

    Bobotoh Sambut Kedatangan Persib dari Medan Perang

    Oleh : Rianto Nurdiansyah16 April 2018 23:08
    fotografer: Rianto Nurdiansyah
    INILAH, Bandung-Puluhan Bobotoh bernyanyi di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (16/4) Pagi. Mereka menyambut tim kebanggaanya, Persib Bandung yang baru pulang melawat dari markas Arema FC.

    Laga kontra Arema FC pada Liga 1 2018, di Stadion Kajuruhan, Malang, Minggu (15/4) Malam, memang cukup mendebarkan. Skuat Maung Bandung tampil mati-matian, walaupun hanya dapat meraih hasil seri 2-2. Naasnya, jalanya pertandingan harus terhenti di injury time lantaran ricuh. Bahkan, sang juru racik Mario Gomez terkena lemparan hingga terluka di pelipis.

    Puluhan bobotoh dari tim kreatif Viking Persib Club (VPC) ini pun menyayangkan kejadian tersebut. Mereka memberikan suntikan motivasi kepada Bojan Malisic DKK yang ibarat baru pulang dari 'medan perang'.

    "Kenapa bisa seperti itu (rusuh)?. Sedangkan ketika tim lawan datang ke Bandung pengawalan sangat ketat," ujar salah satu perwakitan Tim Kreatif VPC Sanjaya Aris Munandar, di Husen Sastranegara, Senin (16/4).

    Melihat dari layar kaca, suporter tim lawan tampak membludak turun dari tribun penonton. Bahkan hingga menggeruduk ke tengah lapangan. Disayangkan, penjagaan keamanan kurang maksimal. Sanjaya pun menanyakan kinerja Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan.

    "Ketika suporter turun tidak ada pihak keamanan. Hanya terlihat ada stewart berseragam yang mengamankan suporter yang turun," imbuhnya.

    Jalannya pertandingan pun memang sangat emosional. Persib tertinggal lebih dulu namun bisa menyamakan kedudukan lewat Ezechiel Ndouassel. Penyerang berpaspor Chad ini pun menambal pundi golnya hingga sempat unggul 2-1. Namun, gawang Deden Natshir kembali kebobolan menjelang bubaran hingga skor berubah menjadi 2-2.

    Sanjaya menilai kepemimpinan wasit pun kurang tegas. Beberapa kali bek Arema Arthur Cunha melakukan gerakan yang berbahaya namun tak berujung pada hukuman.

    "Banyak keputusan wasit yang memberatkan. Ada tandukan ke Bojan Malisic juga padahal jarak wasit tidak terlalu jauh dari kejadian. Tapi Arthur Cunha tidak mendapat apa-apa," paparnya.

    Lagi, dia menilai gol penyeimbang Arema berbau offside. Lantaran dua pemain Arema lebih dalam dari garis pemain belakang Maung Bandung.

    "Harusnya gol kedua Arema offside karena dua pemain Arema sudah melewati pemain Persib," ucapnya.

    Namun secara permainan, kata dia, skuat asuhan Mario Gomez mampu menujukan gregetnya. Walaupun hanya mendulang satu poin, namun namun beberapa kali mampu membuat lini belakang Arema kocar-kacir. Hal ini berbeda dengan tiga laga di awal Liga 1 2018.

    "Secara permainan puas. Sudah lebih baik di bawah asuhan Mario Gomez dengan para pemain mudanya," katanya.

    Melihat penampilan Persib yang menujukan grafis menanjak, ada optimis dirasakan Sanjaya. Harapannya, ingin melihat tim jagoannya kembali mengangkat trofi bergengsi.

    "Harapannya apersib juara semoga kedepannya bisa mempertahankan dan memperbaiki kekurangan yang ada," jelasnya.

    Rivalitas, kata dia, merupakan hal yang wajar dalam sepak bola. Namun sangat disayangkan bilamana hingga melukai pemain lawan.

    "Mungkin rivalitas boleh jika ada kekecewaan dengan tim sendiri jangan melukai tim lawan," katanya.

    Putaran dua, kedua tim akan kembali bertemu di Bandung. Sanjaya sampaikan, pihaknya tak akan membalas dengan kekerasan di markas Persib nanti. Ada cara yang lebih elegan untuk mengintimisasi rival tim jagoannya.

    "Insya Alloh dibalas dengan kreatifitas dan karya, bukan kekerasan," pungkasnya.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT