• Cecep Dadi Setiadi "Tontonan dan Tuntuna"

    Oleh : Ghiok Riswoto29 September 2017 23:03

    TOTALITAS Cecep Dadi Setiadi atau akrab disapa Cecep CDS dalam berkesenian tak hanya mampu membawa nama harum bagi Kota Bandung tetapi juga pemberdayaan anak muda sekitar untuk berdikari dalam bidang seni.

    Man Jadda Wa Jada. Barang siapa bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil, Insya Allah. Kalimat tersebut seolah menjadi gambaran bagaimana sosok Cecep Dadi Setiadi atau akrab disapa Cecep CDS dalam berkesenian.

    Perkenalan Cecep dengan dunia seni sejak masa kanak-kanak, tepatnya di usia tiga tahun ternyata mampu membawa Cecep begitu mencintai dunia seni hingga mampu menguasai berbagai alat musik.

    Dalam bincang-bincangnya bersama INILAH KORAN, Cecep mengungkapkan, perkenalannya dengan dunia seni berawal ketika Cecep kecil sering diajak sang kakak Asep Lugay pemilik Art Lugay's Entertainment manggung. "Saat itu memang sering diajak kakak saya kalau pas manggung atau mengisi acara. Mungkin karena sering akhirnya minatnya jadi tumbuh sampai sekarang ini," ungkapnya.

    Seiring perjalanan keseriusan Cecep dalam berkesenian pun mulai membuahkan hasil. Sempat menjadi guru kesenian di beberapa sekolah di Kota Bandung, Cecep pun akhirnya memutuskan untuk total berkesenian.

    Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan. Seiring banyaknya tawaran berkesenian kala itu, akhirnya kerap menjadikan jadwal mengajarnya terbengkalai. Karena alasan itulah Cecep kemudian memutuskan untuk total menjadi pelaku seni. "Saya sempat menjadi guru kesenian di beberapa sekolah. Tapi karena sering bentrok jadwal dari pada kemudian mengganggu aktivitas siswa saya memilih keluar dan fokus berkesenian," tambahnya.

    Totalitas Cecep dalam berkesenian diawali dengan mendirikan Citra Dangiang Seni atau lebih dikenal CDS Ethnic Percussion. Melalui wadah tersebut Cecep mengembangkan seni tradisional Wayang Techno CDS dan Bajidoran Fungky CDS. Berkat pengembangan itupula Cecep bersama CDS kerap kali mendapat kepercayaan untuk mewakili Kota Bandung dalam kegiatan-kegiatan festival baik di lingkup nasional maupun luar negeri.

    "Alhamdulillah, seiring perjalanan jalan pun mulai terbuka. Mudah-mudahan ini merupakan buah dari kerja keras dan keseriusan saya bersama tim dalam berkesenian. Karena ternyata seiring waktu kami pun kerap mendapat kepercayaan untuk mewakili daerah tampil di berbagai daerah. Ini tentu merupakan kebanggaan dan apresiasi buat kami," tandas lulusan IKIP Bandung 1988 ini.

    Cecep menambahkan, satu hal yang sangat menjadi motivasi bagi dia dan timnya adalah ketika tampil bersama Nining Meida hingga mendapat anugerah sebagai The First Winner dan The Best Tradisional Performance for Soul Friendship Fair 2017 di Seoul Korea. Hal itu memberikan motivasi lebih bagi CDS untuk terus bersungguh-sungguh dan berinovasi dalam kesenian.

    "Alhamdulillah, penampilan kami saat itu mendapat apresiasi luar biasa dari pemerintah Korea. Bahkan kemudian dinobatkan sebagai The First Winner dan The Best Tradisional Perfomance. Ini menjadi morivasi besar bagi saya dan keluarga besar CDS untuk terus berkiprah demi mengharumkan daerah khususnya Kota Bandung dan mengangkat kesenian kita di pentas dunia," tambahnya.

    Lebih lanjut Cecep menegaskan, barang siapa bersungguh-sungguh maka Insya Allah dia akan berhasil. Semangat itulah yang selalu menjadi pegangannya dalam menjalani peran sebagai seorang seniman. (ghi)



    TAG :


    Berita TERKAIT