• Rita Tila Sinden Sunda yang Mendunia

    Oleh : Ghiok Riswoto13 November 2017 00:12
    fotografer: Foto: Ghiok Riswoto
    SOSOK Rita Tila mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan seniman Jawa Barat. Tak hanya dikenal sebagai sinden sohor yang memiliki suara emas dengan deretan prestasi gemilang, Rita juga dikenal sebagai salah satu sinden terbaik yang dimiliki Jawa Barat saat ini.

    Lahir dari keluarga besar seniman, Rita Tila bahkan sudah berkenalan dengan kesenian sunda sejak masa balita. Bahkan ketika kelas 5 Sekolah Dasar Rita sudah mendapat kepercayaan sebagai penyanyi sunda cilik dan menjadi titik awal kariernya masuk dunia rekaman sebagai penyanyi cilik mewakili Jawa Barat dalam album "Kawih Degung Murangkalih".

    Bakat besar Rita Tila dalam membawakan kawih-kawih sunda pun kian terasah seiring bertambahnya usia. Terlebih ketika Rita menginjak pendidikan di SMP dan SMA, Rita kecil yang kerap didaulat menjadi perwakilan duta seni mampu menorehkan berbagai prestasi membanggakan mulai dari Juara 1 Perlombaan Pupuh dan Tari Jaipong, Juara 1 Nyanyi Dangdut Se- kabupaten Sukabumi,Juara 1 Kawih Se-Jawa Barat, Juara 1 dan Favorit Kawih Sunda Se-Jawa Barat, Juara 1 Pop Singer Tingkat Nasional, Juara 1 Penyanyi Daerah Terbaik Tingkat Nasional di TMII, Juara Pinilih Tembang Sunda Se-Jawa Barat, Juara 1 dan Favorit Kepesindenan PialaTitim Fatimah, hingga anugerah Penghargaan dari Gubernur Jawa barat Sebagai Penyanyi Pop Sunda Berprestasi.

    Namun apa yang didapatkan Rita tidaklah semudah dibayangkan orang. Kerja keras,perjuangan dan semangat berkarya menjadi motivasi wanita kelahiran Sukabumi, 16 Desember 1984 ini. Menyadari kondisi ekonomi keluarga yang serba kesulitan, Rita mengaku perjuangannya di masa anak-anak hingga remaja sangatlah getir.

    Berjualan di masa anak-anak, kemudian menjadi sinden dan mencari pekerjaan dari festival ke festival sudah menjadi bagian dari perjalanan Rita. Buah perjuangan itupula yang pada akhirnya mengantarkan Rita Tila bukan hanya menjadi bintang besar yang piawai dengan berbagai jenis nyanyian sunda mulai dari pesindenan, Pupuh, Cianjuran serta piawai memainkan berbagai alat musik.

    "Alhamdulillah, buah kerja keras itu benar-benar terasa manfaatnya. Kerasnya kehidupan yang saya nikmati dan jalani pada akhirnya mampu membawa saya pada titik sekarang ini," ungkap Rita Tila ketika berbincang dengan INILAH KORAN di kediamannya Komplek Taman Cibaduyut Indah beberapa waktu lalu.

    Rita yang sudah mengeluarkan lebih dari 20 album lagu-lagu sunda ini mengungkapkan, salah satu kebanggaan bagi dirinya sebagai sinden adalah partisipasinya dalam turut memperkenalkan seni sunda hingga mancanegara. Terlebih melihat respon positif masyarakat luar negeri yang begitu respect terhadap kesenian sunda.

    "Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa turut memperkenalkan seni sunda di berbagai negara. Itulah nikmat tak terhingga yang juga kadang membuat haru. Terlebih sambutan masyarakat luar negeri sangat luar biasa terhadap budaya kita. Saya pikir inilah tantangan yang sebenarnya harus bisa kita sukseskan juga di dalam negeri. Sehingga seni tradisional khususnya profesi sinden tidak punah tergerus zaman," ujarnya.(*)


    Asa Mulia Seorang Rita Tila

    TOTALITAS Dalam berkesenian hingga menjadi sinden yang sukses melanglangbuana hingga empat benua tak lantas menjadikan seorang Rita Tila lupa akan kewajibannya terhadap pendidikan. Sebaliknya, Rita mengaku pendidikan menjadi hal penting yang harus dikejarnya sampai kapanpun. Komitmen itulah yang terus dijaga Mahasiswi Pasca Sarjana ISBI Bandung ini.

    Menurut Rita, pendidikan formal tentu merupakan pendukung terhadap karier yang sejak kecil digelutinya. Karenanya dalam mengambil jalur pendidikan formal, Rita juga senantiasa menyesuaikannya dengan bakat seni yang dimilikinya.

    Lebih lanjut lulusan UPI Bandung ini menambahkan, komitmen dalam mengejar pendidikan formal merupakan impiannya sejak kecil. Karenanya, meski masa kecilnya harus dijalani dengan kerja keras dari panggung ke panggung, tak pernah terlintas sedikitpun baginya untuk keluar dari bangku sekolah.

    Kini, wanita yang sukses dalam berbagai rangkaian festival dunia seperti Tour Eropa bersama Samba Sunda, Asia Tour, Perwakilan Seniman Berprestasi Jawa Barat Goes To Amerika, Holland in Mundial Festival dan serangkaian festival luar negeri lainnya ini bahkan bertekad ingin mengabdikan dirinya lebih bermanfaat lagi.

    Menurutnya, sebagai bagian dari upaya menjaga budaya sunda, ke depan ia berharap dapat mengabdikan dirinya untuk memberikan pelajaran gratis seni sunda bagi generasi muda. Dia berharap asa mulia tersebut dapat digulirkannya dengan segera.

    "Semoga ke depan ada yang bisa membuatkan gedung budaya yang bisa dimanfaatkan untuk saya memberikan pelajaran gratis bagi anak-anak generasi muda sekarang. Sehingga bibit-bibit seniman akan terus bermunculan dan budaya sunda akan terus terjaga," ujarnya.

    Lebih lanjut pemilik album Kacapi Inovatif "Kalapa Kolot" ini menambahkan, selain menularkan bakat seninya kepada generasi muda, dalam upaya mempopulerkan seni sunda selama ini dirinya senantiasa mengikuti tuntutan zaman.

    Hasilnya berbagai kolaborasi seni sunda dengan corak modernpun menurut Rita menjadikan karya-karya seni yang luar biasa indah. Hal itulah yang juga menyiratkan rasa bangga bagi dirinya sebagai seniman sunda.

    "Seni sunda itu luar biasa. Menjadi kewajiban bagi kita semua untuk terus melestarikannya. Ketika masyarakat dunia begitu antusias menyambut keragaman seni sunda, kenapa kita yang notabenenya pemilik kesenian melaha meninggalkannya. Inilah tantangan kita bersama di masa mendatang. Semoga melalui karya-karya yang telah dipadukan dengan genre modern bisa menjadi alternatif suguhan," pungkasnya. (*)


    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT