• Rumah Zakat Terus Dorong Donasi via Online

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar17 April 2018 17:21
    fotografer: Daulat Fajar Yanuar

    INILAH, Jakarta " Lembaga kemanusiaan Rumah Zakat (RZ) mendorong para donaturnya untuk lebih banyak berdonasi melalui platform sharinghappiness.org dengan metode pembayaran cashless. CEO RZ Nur Efendi mengatakan, pada tahun 2017 kemarin mereka telah membukukan lebih dari 217.000 donatur yang 15% di antaranya melalui transaksi nontunai dan sebanyak 38% porsi donasi dilakukan pada bulan Ramadhan saja.

    Nur melanjutkan, sejak platform sharinghappiness.org diluncurkan pada bulan Februari 2016 silam, penghimpunan donasi melaluinya hingga saat ini sudah meningkat hamper 130%. Menurutnya tren penggunaan platform donasi secara online sangat positif dan kini mereka menghadirkan fitur yang akan lebih memudahkan para donatur melalui aplikasi versi 3.0 atau yang terbaru.

    Beberpa fitur terbaru di antaranya semakin pilihan program social kemanusiaan, dashboard untuk melihat perkembangan program, proses donasi yang bisa dilakukan kapan dan di mana saja, serta tombol wish list yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan dan cek daftar program favoritnya.

    “Insya Allah donasi melalui sharinghappiness.org aman karena kita ada proses verifikasi dan approval. Kami juga ada jaringan faktual di setiap daerah untuk melakukan cek dan ricek,” kata Nur kepada wartawan dalam konferensi pers peluncuran aplikasi sharinghappiness.org versi 3.0 di Jakarta, Selasa (17/4).

    Selain itu, kata Nur, para donatur dan pengguna sharinghappiness.org dapat membuat program penggalangan dana sendiri atau crowdfunding yang dapat dilakukan untuk mendukung program yang sudah ada atau membuat program baru yang dibuat untuk menjadi solusi bagi permasalahan sosial yang tengah terjadi di masyarakat.

    “Sebelum hadir platform crowdfunding serupa, kami sudah mempeloporinya. Harapan kami semakin banyak donatur yang terlibat. Doakan kami untuk senantiasa memperbaharui fitur-fitur kemudahan ini,” kata Nur.

    Lembaga kemanusiaan yang identik dengan warna oranye itu juga menargetkan 1.234 desa di seluruh Indonesia dijadikan sebagai Desa Berdaya dengan program utamanya memberdayakan wilayah berdasarkan pemetaan potensi di bidang ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan pada tahun 2018. Nur mengatakan, tujuan dari pembinaan Desa Berdaya yaitu untuk memperbaiki kualitas hidup individu dan komunitas masyarakat.

    Nur menjelaskan, untuk merealisasikan program Desa Berdaya pihaknya harus bermitra dengan berbagai pemangku kepentingan baik dalam skala lokal ataupun nasional. Menurutnya, salah satu mitra yang vital untuk realisasi tersebut adalah para fasilitator yang berperan sebagai pelopor di wilayahnya masing-masing.

    Pemberdayaan potensi desa, kata Nur, sangat penting agar mampu mengubah kebiasaan masyarakat dan mendorong mereka untuk berkreasi memanfaatkan sumber daya yang ada di desanya agar terjadi perubahan ekonomi. Sehingga tidak ada lagi kata tidak bisa kerja atau bahkan lebih jauh tidak harus lagi berpetualang ke negeri orang demi sesuap nasi.

    “Tolok ukur perubahan ekonomi yaitu dengan menggunakan indeks zakat nasional. Desa yang diberdayakan diubah agar menjadi berdaya dan memiliki potensi ekonomi yang kuat. Kuncinya ada di pendamping atau fasilitator Desa Berdaya,” kata Nur.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT