• Headline

    GNPF Ulama Rekomendasikan Habib Salim Segaf Al Jufri dan Ustadz Abdul Somad Sebagai Wapres Prabowo

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar29 Juli 2018 15:49
    INILAH, Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama mengeluarkan rekomendasi dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sebagai pilihan untuk menantang petahana Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

    Di antara kedua pasangan calon yang direkomendasikan GNPF Ulama tersebut, nama Letjen. (Purn) TNI Prabowo Subianto dipasangkan dengan Habib Salim Segaf Al Jufri dan Ustadz Abdul Somad Batubara sebagai calon Wakil presiden.

    Ketua Umum GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengatakan, rekomendasi yang dikeluarkan berdasarkan imbauan Habib Rizieq Shihab yang sudah melalui berbagai pertimbangan dari berbagai sisi, untuk memenuhi unsur kepentingan Pilpres 2019.

    Dia menekankan, penunjukan nama Prabowo Subianto dikarenakan yang bersangkutan dinilai sangat memenuhi kriteria seorang tokoh dengan karakteristik nasionalis yang sangat kuat.

    Pun demikian dengan penetapan Habib Salim Segaf Al Jufri dan Ustadz Abdul Somad Batubara dikarenakan memenuhi kriteria sebagai perwakilan ulama yang telah dikenal banyak orang hingga ke pelosok-pelosok negeri.

    "Saya pikir ulama tidak hanya berperan sebagai pendakwah saja tetapi juga memiliki kemampuan yang rata-rata lebih dari orang biasa. Memang mereka fokus berdakwah, tetapi saat ini kita telah membuktikan keterwakilan umat islam tidak pernah diakomodasi pemerintah sekarang," kata Martak kepada awak media, Jakarta, Minggu (29/7).

    Dia melanjutkan, hasil rekomendasi 'Ijtima Ulama dan Tokoh Bangsa' yang digelar sejak hari Jumat (27/5) kemarin akan disampaikan kepada lima partai politik yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Berkarya.

    Martak yakin kelima partai politik tersebut akan mendengarkan dan mempertimbangkan rekomendasi yang dikeluarkan GNPF Ulama meskipun keputusan deklarasi koalisi keumatan dan kebangsaan belum juga diumumkan dan juga masih cair apakah akan berkurang komposisinya atau malah bertambah dengan masuknya partai lain seperti Demokrat misalnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT