• Headline

    Wah, Ada Sumur Ajaib di Citatah KBB

    Oleh : Doni Ramdhani03 September 2018 20:45
    fotografer: INILAH/Doni Ramdhani
    INILAH, Bandung - Kawasan karst Citatah dikenal kering kerontang. Terlebih di musim kemarau ini, daerah tambang batu kapur itu terlihat lebih berdebu dari biasanya.

    Namun, di balik kekeringan itu ada sebuah oase yang letaknya tak jauh dari pinggir jalan jalur lintasan Bandung-Cianjur. Di sana, ada sebuah sumur yang menjadi sumber air bersih warga sekitar.

    Warga sekitar menilainya sebagai sumur ajaib. Sebab, kendati kemarau melanda namun sumur sederhana tersebut selalu tersedia air. Sumur yang tak jauh dari rerumpunan bambu itu hanya dikelilingi karung bekas sebagai penanda. Tak ada dua tiang sejajar yang menancap yang biasanya menopang untuk menimba air dari kedalaman.

    Rini (38) mengaku, sumur itu tak pernah kering meski kemarau. Bahkan, beberapa bulan akhir-akhir ini sumur tersebut selalu dikerubungi antrean warga yang masing-masing menjinjing wadah air di tangan.

    "Kalau pagi, antreannya bisa panjang, penuh. Soalnya, sumur ini didatangi warga dari beberapa kampung," kata perempuan warga Kampung Jeruk Nipis, RT 1/5, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), beberapa waktu lalu.

    Siang itu, dia asyik mencuci dua jolang pakaian keluarga. Aktivitas rumah tangga itu dilakukan pada tengah hari sebagai waktu luang antrean warga.

    Ibu dua orang anak itu mengaku kondisi tersebut sudah berjalan sekitar tiga bulan. Seiring kemarau melanda, persediaan air di sumur-sumur warga mengering. Ujungnya, warga berbondong-bondong ke sumur berdiameter satu meter yang tak pernah kering itu.

    Belum juga usai si ibu mencuci pakaian, datang seorang pemuda bertopi yang mengendarai sepeda motor butut. Di sisi belakang motor itu tampak sejumlah jeriken kosong.

    Didi (30) mengaku, kedatangannya ke lokasi itu untuk mengambil air bersih cadangan rumah. Saban hari, dia biasanya mengangkut hingga 10 jeriken isi 20 liter bolak-balik. Jarak sejauh 2 km terpaksa membuatnya mengendarai motor.

    "Sumur-sumur warga di kampung sekarang sudah kering semua. Anehnya, sumur ini nggak pernah kering. Airnya juga bagus untuk masak," ucap warga Kampung Cinta Laksana, RT 3/1, Desa Gunung Masigit.

    Tak harus menunggu lama, jeriken bawaannya pun terisi penuh air bersih yang sangat dibutuhkan. Tak begitu dalam, untuk menimba air dia hanya menggunakan ember putih bekas cat yang ditarik seutas tali tambang.

    Penasaran? Silakan berkunjung ke sumur ajaib yang lokasinya berdekatan dengan tanjakan dan pangkalan ojek Kampung Jeruk Nipis, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, KBB. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT