Peserta Seminar Anti Riba di Babakan Madang Dites Virus Corona

Polres Bogor, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dibantu Sat Brimob Polda Jawa Barar melakukan test corvid atau virus corona kepada para peserta seminar anti riba, Jumat (28/2) lalu di salah satu hotel di Kecamatan Babakan Madang.

Peserta Seminar Anti Riba di Babakan Madang Dites Virus Corona
Foto: Reza Zurifwan

INILAH; Bogor - Polres Bogor, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dibantu Sat Brimob Polda Jawa Barar melakukan test corvid atau virus corona kepada para peserta seminar anti riba, Jumat (28/2) lalu di salah satu hotel di Kecamatan Babakan Madang.

Seperti diketahui, dua warga Provinsi Jawa Tengah meninggal dunia karena positif terjangkit virus corona, mereka sebelumnya pernah menghadiri seminar masyarakat anti riba tersebut.

Dari hasil penulusuran tim, tercatat ada tujuh warga Kabupaten Bogor yang mengikuti seminar ini dan hari ini akan dilakukan corvid test menggunakan ravid test.

Baca Juga : ODP dan PDP di Kabupaten Bogor Melonjak, Ini Imbauan Bupati Ade Yasin

"Hari ini tim gabungan Polres Bogor, Dinas Kesehatan dibantu Satuan Brimob Polda Jawa Barat melakukan corvid test kepada tujuh orang warga Kabupaten Bogor yang menjadi peserta seminar masyarakat anti riba beberapa waktu lalu di salah satu hotel di Kecamatan Babakan Madang," ujar Kapolres Bogor AKBP Roland Rolandy kepada wartawan, Munggu, (22/3).

Pria yang pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menerangkan ketujuh orang ini diketahui warga Kecamatan Sukaraja, Babakan Madang dan Bojonggede.

"Selain tujuh orang warga Kabupaten Bogor, dua orang warga Kota Bogor juga menjadi peserta seminar masyarakat anti riba ini. Pemeriksaan kepada tujuh warga Bumi Tegar Beriman akan dilakukan hingga malam hari ini dan yang akan mengumumkan hasilnya ialah Dinas Kesehatan," terangnya.

Baca Juga : Wartawan di Bogor Jadi ODP, PWI Minta Bima Arya Tanggung Jawab

Kasi Survailance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Adang Mulyana yang ditemui wartawan di salah satu rumah seorang peserta di Kecamatan Sukaraja menuturkan hasil dari corvid test menggunakan rapid test   adalah negatif.

"Hasil rapid test corvid ini negatif namun hanya uji test cepat saja dan untuk memastikan apakah Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau peserta iji benar - benar terjangkit atau tidak wabah virus corona itu harus dilakukan di laboratarium Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan Jawa Barat," tutur Adang. (Reza Zurifwan)

Baca Juga : Segera Putus Rantai Penyebaran COVID-19


Editor : Bsafaat