Bima Ragu PTM Dimulai 2021

Wali Kota Bogor Bima Arya belum memastikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Kota Bogor akan dilaksanakan Januari 2021 mendatang.

Bima Ragu PTM Dimulai 2021
Bima Arya usai menerima kunjungan Komisi X DPR RI di Taman Ekspresi, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. (rizki mauludi)

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya belum memastikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Kota Bogor akan dilaksanakan Januari 2021 mendatang, pasalnya setelah dirinya berkonsultasi dengan pakar Epidemiologi serta mendengar saran dari Ikan Dokter Indonesia (IDI) kondisi Covid-19 di Kota Bogor belum bisa dikendalikan.

Hal itu diungkapkan Bima Arya usai menerima kunjungan Komisi X DPR RI di Taman Ekspresi, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa (8/12/2020) siang.

"Kami menyampaikan aspirasi tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang harus dilakukan kehati-hatian dengan segala dinamikanya, mereka (DPR RI-red) menerima tetapi jalan tengahnya semua sepakat dikembalikan ke daerah untuk pelaksanaan PTM," ungkap Bima kepada INILAH.

Baca Juga : Bupati Ade Yasin Batal Hadiri Pemeriksaan di Polda Jabar, Ini Alasannya...

Bima melanjutkan, derah akan memutuskan berdasarkan situasi Covid-19 terakhir. "Ya, kalau Januari 2021 situasi tidak kondusif, tidak akan kami buka juga PTM. Kami dengar saran dari IDI dan pakar epidemiologi," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, alhamdulillah cukup membesarkan hati dari proses PJJ Kota Bogor banyak sekali hal-hal yang merupakan satu kemajuan, dari sisi bantuan pulsa sudah jalan dari sisi akses internet ternyata pak wali kota memberikan WiFi gratis di semua RW Kota Bogor, kemudian dari di sisi ketersediaan gadget cukup besar animo masyarakat untuk ikut mendonasikan termasuk perusahaan-perusahaan dan kesiapan guru-guru juga hal lainnya.

"Khusus untuk proses tatap muka akan dibuka Januari 2021 nanti masih jadi satu diskusi karena di satu sisi Covid-19 di Kota Bogor dan banyak daerah belum terkendali angka Covid-19. Dilihat dari okupansi rumah sakit dan dari sisi orang tua yang masih waswas hingga belum memberi anaknya sekolah tatap muka, karena belum yakin ceklist-nya itu bisa terpenuhi," ungkapnya.

Baca Juga : Bupati Bogor Instruksikan Percepat Serap Anggaran Jelang Tutup Tahun

Hetifah melanjutkan, bagaimana memastikan guru dan anak sehat, yang penting mungkin tadi ada satu masukan dalam prioritas vaksin guru menjadi prioritas. Ini masukan bagus, bukan hanya tenaga kesehatan tapi tengah pendidik.

Halaman :


Editor : suroprapanca