• Sabtu, 27 November 2021

Januari-Maret 2.466 Pelanggar Prokes di Bogor Terjaring, Ini Fokus Satpol PP Selama Ramadan

- Minggu, 18 April 2021 | 19:00 WIB
Foto: Rizki Mauludi
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor berhasil menjaring sebanyak 2.466 warga di wilayah Kota Bogor yang melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berbasis mikro pada periode Januari hingga Maret 2021. Sementara itu ada sebanyak 134 badan usaha yang melanggar ketentuan PSBB berbasis mikro, badan usaha itu seperti kafe, restoran dan rumah makan.

Selain rutin melakukan patroli penindakan, Satpol PP Kota Bogor di bulan Ramadan ini mendapatkan tugas tambahan dengan memantau pusat penjualan takjil dan mengecek penerapan pembatasan jumlah jamaah di tempat ibadah.

Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syach mengatakan, operasi pelanggaran protokol kesehatan (prokes) terus dilakukan untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kota Bogor. Hal ini dilakukan karena masih banyak warga yang tak patuh dalam menerapkan prokes baik disiplin menggunakan masker ataupun menjaga jarak.

"Jumlah pelanggar selama tiga bulan terakhir sebanyak 2.466, 134 pelanggar itu daru kafe, restoran dan rumah makan. Cukup banyak jumlahnya," ungkap Agus kepada wartawan pada Minggu (18/4/2021).

Agus melanjutkan, sebagian besar pelanggar selain didata juga diberikan sanksi sosial agar mendapatkan efek jera. Adapun pola operasi yang dilakukan Satpol PP Kota Bogor dalam mengawasi pelanggaran prokes juga dibuat mobile, dengan mengawasi secara kasat mata sembari dilakukan penindakan jika ada warga yang melanggar.

"Jadi kami fleksibel, tidak satu titik. Terus mobile," tambahnya.

Sementara itu, Kabid Dalops Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor Andri Sinar menjelaskan, meski patroli gencar dilakukan Satpol PP Kota Bogor, masih banyak saja warga yang melanggar prokes meski pandemi Covid-19 sudah berlangsung satu tahun.
Pengawasan pun kerap dilakukan di pasar tradisional, karena banyak laporan masyarakat yang menyebutkan pedagangnya tak menggunakan masker. 

"Kesadaranya belum 100 persen, jadi masyarakat takut karena aparat bukan Covid-nya. Jadi perlu diberikan pemahaman juga masyarakat itu," ungkap Andri.

Andri juga menyebutkan, bahwa selain masyarakat, badan usaha seperti kafe dan rumah makan tidak sedikit yang melanggar jam operasional, seharusnya tutup pukul 21.00 WIB tetapi ini melebihi jam operasional.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Duh...13 Kios IPB Dramaga Hangus Dilalap Api

Senin, 22 November 2021 | 10:50 WIB
X