• Senin, 27 September 2021

Banyak Rugikan Masyarakat, Dedie Tegur Pemilik Proyek Double Track

- Minggu, 25 Juli 2021 | 12:15 WIB
Ceceran tanah di Jalan Pahlawan yang membahayakan, terlihat pemotor pun menghindarinya. (rizki mauludi)
Ceceran tanah di Jalan Pahlawan yang membahayakan, terlihat pemotor pun menghindarinya. (rizki mauludi)

INILAH, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menegur pihak Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Barat soal dampak proyek double track di Kota Bogor, terbaru diketahui jalan Pahlawan, Kecamatan Bogor Selatan dipenuhi oleh tanah dari proyek double track.

Alhasil hal ini membahayakan bagi pengendara motor. Selain itu, ada beberapa dampak lainnya seperti rumah warga yang rusak dan pipa besar Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang bocor.

"Ya saya berkomunikasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Barat dan mereka sebagai owner project sudah memberikan peringatan kepada kontraktor-kontraktor project berdasarkan pembagian area," ungkap Dedie kepada INILAH akhir pekan kemarin.

Dedie melanjutkan, jadi memang dalam pelaksanaan di lapangan ada beberapa kontraktor yang kadang-kadang tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang sudah diberikan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Barat.

"Balai teknik berjanji akan terus memberikan monitoring kepada seluruh sub bagian, seperti areal Batutulis sampai Rancamaya itu kontraktor A dan Rancamaya sampai dengan Ciomas, kontraktor nya lain lagi," tuturnya.

Dedie juga mengatakan, hal ini karena percepatan untuk penyelesaian atau mengejar target dan ini proyek strategis nasional yang harus beres di sekitar tahun 2022, maka mungkin ada ekses termasuk kemarin bocornya pipa besar Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

"Kemarin saya pikir terkena beko tetapi bukan, jadi ada pegawai yang sedang memindahkan tanah dan ada batu, tapi saya bertanya juga, itu kan pipa tebal. Kok bisa terkena batu?. Ya, kayaknya sih itulah pokoknya," kata Dedie sambil memberikan isyarat kejadian bukan terkena batu.

"Saya minta hati-hati dalam pengerjaan dan apalagi masyarakat yang dirugikan. Jangan sampai terjadi lagi beberapa hal serupa yang sudah terjadi di dalam proyek double track," tambah mantan pejabat KPK RI ini.

Dedie menegaskan, untuk persoalan jalan masing-masing segmen ada penanggungjawab nya, untuk rumah warga yang rusak akibat adanya proyek double track dan tanah yang berceceran bisa dikomunikasikan dengan kecamatan, kelurahan, RW maupun RT. "Ada komunikasi-komunikasinya lewat aparatur wilayah untuk pertanggungjawabannya," pungkasnya. (rizki mauludi)

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Kota Bogor Revisi Target Vaksin, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 September 2021 | 18:00 WIB

Pemkot Bogor Segera Buka Tempat Wisata, Ini Pesan Bima

Kamis, 23 September 2021 | 17:27 WIB
X