• Senin, 27 September 2021

Tak Ada Penggantian Kerusakan Pipa Tirta Pakuan di Proyek Double Track?

- Minggu, 25 Juli 2021 | 15:00 WIB
Foto: Rizki Mauludi
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Balai Teknik Perkeretaapian (BPT) Wilayah Jawa Barat (Jabar) angkat suara soal pipa bocor milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. Hasilnya tidak ada tanggapan soal ganti rugi akibat kejadian ini.

Pihak BPT wilayah Jabar hanya menegur kepada kontraktor pelaksana terkait pelaksanaan dan pengendalian K3 yang belum berjalan.

Padahal diketahui dalam perda nomor 2 tahun 2014 tentang pelayanan air minum Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor disebutkan dalam pasal 37 poin O setiap orang atau badan dilarang melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerusakan sumber daya air dan sarana atau prasarana PDAM, mengganggu upaya pengolahan dan pendistribusian air, atau mengakibatkan kan pencemaran air secara sengaja maupun sebagai akibat kelalaian.

Kemudian dalam pasar 38 disebutkan setiap pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 37 dikenakan sanksi yang terdiri atas sanksi denda dan sanksi polisional.

Dalam keterangan tertulis Kepala BPT wilayah Jabar, Erni Basri mengatakan, pihaknya menginstruksikan kepada konsultan pengawas untuk mereview dokumen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khususnya yang terkait jalur pipa Tirta Pakuan Kota Bogor. Untuk kejadian kebocoran pipa dilakukan penghentian aktivas disekitar lokasi dan berkoordinasi dengan Tirta Pakuan Kota Bogor.

"Evaluasi kepada kontraktor pelaksana dilakukan setelah perbaikan dan diterimanya laporan Kejadian serta review dokumen K3. Terkait kecelakaan kerja pembangunan double track yang mengakibatkan bocornya pipa Tirta Pakuan Kota Bogor dan menyebabkan ribuan pelanggan mengalami kesulitan air bersih selama hampir dua hari. Pada kesempatan Pertama, kami memohon maaf kepada Pemerintah Kota Bogor khususnya pelanggan Perumda Tirta Pakuan yang terdampak atas terganggunya distribusi air bersih di Kota Bogor," ungkap Erni kepada INILAH akhir pekan kemarin.

Erni melanjutkan, benar telah terjadi kerusakan pada pipa air valve milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang pecah dimana pipa air baku PDAM tidak dapat direlokasi pada area Pembangunan Jalur Ganda KA Km. 7+225 antara Bogor-Sukabumi sehingga BTP Jabar melakukan revisi jalur KA menghindari posisi pipa Tirta Pakuan dengan melibatkan Direktorat Teknik Tirta Pakuan dalam pemeriksaan jalur dan prosedur bekerja pada area yang berdekatan dengan jalur pipa.

"Berdasarkan laporan dari pihak Kontraktor pelaksana bahwa pekerjaan pada lokasi air valve selesai dilaksanakan konstruksi lereng pada tanggal 16 juli 2021, sedangkan kegiatan pada Minggu 18 Juli 2021 sedang dilakukan pekerjaan galian dan timbunan untuk pembuatan platform secant pile menggunakan excavator dengan jarak 25 m dari lokasi air valve. Sekitar pukul 14.30 WIB pada saat proses aktivitas kerja excavator, bongkahan batu pada lereng terjatuh menimpa air valve yang menyebabkan kerusakan dan kebocoran air," tuturnya.

Erni melanjutkan, akibatnya pasokan air dari pipa diameter 1.000 mm berkurang debit sebesar 1.500 liter perdetik dan menggangu distribusi air bersih untuk 70.000 pelanggan di Kota Bogor. Selama proses penanganan dan perbaikan pihaknya dan kontraktor pelaksana meluncurkan 15 unit truk tangki air untuk melayani kebutuhan air pelanggan yang terdampak. Aktivitas truck tangki air dimulai pada hari Senin 19 Juli 2021 hingga Rabu 21 Juli 2021. Saat ini pendistribusian air bersih sudah mulai normal, jaringan pipa PDAM yang bersinggungan dengan Jalur KA adalah sepanjang 1,7 km terdiri dari dua buah pipa masing masing diameter 1.000 mm dan 700 mm dengan total debit air baku 1.800 liter perdetik.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Kota Bogor Revisi Target Vaksin, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 September 2021 | 18:00 WIB

Pemkot Bogor Segera Buka Tempat Wisata, Ini Pesan Bima

Kamis, 23 September 2021 | 17:27 WIB
X