• Senin, 27 September 2021

Prestasinya Menjulang, Bumdes Megamendung Jaya Kebagian Hibah

- Senin, 26 Juli 2021 | 15:01 WIB

Berprestasi Hingga  Nasional, BUMDes Megamendung Jaya Dapat Hibah dari ACT

INILAH, Bogor - Terus meraih prestasi baik tingkat Provinsi Jawa Barat bahkan nasional, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Megamendung Jaya akan mendapatkan hibah dari Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Alhamduillah, berkat meraih penghargaan Patriot Desa dari Pemprov Jawa Barat dan Juara 1 lomba video kreatif Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BUMDes Megamendung Jaya akan mendapatkan hibah dari Global Wakaf ACT," kata Direktur Bumdes Megamendung Jaya Muhammad Yusup Solihatul Munawar kepada wartawan, Senin, (26/7).

Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Guna Darma  ini menerangkan hibah berupa uang tersebut akan digunakan Bumdes Megamendung Jaya untuk membangun Agro Wisata dan Agro Industri.

"Kami akan kembangkan hutan organik do Desa Megamendung menjadi Agro Wisata dan Agro Industri, harapannya bisa meningkatkan kelompok tani di desa kami. Di lokasi ini, nantinya juga akan menjadi tempat pelatihan personil ACT dalam kemampuan penyelamatan korban bencana alam," terangnya.

Yusup menuturkan setelah diumumkan sebagai juara 1 lomba video kreatif, pada pekan ini Bumdes Megamendung Jaya bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Tani Muda akan langsung menerima  piagam, trophy dan uang pembinaan dari KLHK.

"Bersama KTH Sadar Tani Muda, kami akan kembangkan lagi usaha budidaya atau peternakan lebah madu, karena sebelumnya Bumdes Megamendung Jaya sudah bekerjasama dengan aplikasi shoppe, selain dijual offline, kami pun menjual madu lebahnya secara online," tutur Yusup.

Ia menjelaskan Bumdes Megamendung jaya bersama KTH Sadar Tani Muda menyajikan cara memproduksi madu lewat budidaya lebah dan mengajak warga untuk mengembangkan potensi kehutanan dan pemberdayaan ekonomi warga sekitar. 

"Selain manfaat kesehatan dari madu dan ekonomi dari penjualan madu, manfaat budidaya peternakan madu lebah ini juga bagian dari proses pelestarian hutan di Kawasan Puncak yang merupakan wilayah tangkapan air hingga bisa mencegah bencana alam banjir di Depok maupun FKI Jakarta," jelasnya. (Reza Zurifwan)

Halaman:

Editor: Zulfirman

Terkini

Kota Bogor Revisi Target Vaksin, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 September 2021 | 18:00 WIB

Pemkot Bogor Segera Buka Tempat Wisata, Ini Pesan Bima

Kamis, 23 September 2021 | 17:27 WIB
X