• Jumat, 24 September 2021

Wedding Planner Harapkan PPKM Level 4 Tidak Diperpanjang Lagi, Ini Alasannya!

- Selasa, 27 Juli 2021 | 11:10 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Bogor-Aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat atau Level 4 diharapkan tak lagi diperpanjang usai diperpanjang hingga 2 Agustus mendatang.

Hal itu diutarakan Muhammad Ade Septian (33 tahun) pemilik Forever Blue Organizer yang kerap menanggani pesta pernikahan atau sebagai wedding planner. Ia mengeluhkan akibat kebijakan maupun aturan PPKM Darurat atau Level 4, banyak kliennya yang ingin melangsungkan resepsi pernikahan membatalkan atau menunda pelaksanaannya hingga waktu yang tak jelas.

"Sebagai wedding planner, tentunya kami berharap kebijakan PPKM Darurat atau Level 4 segera berakhir menjadi lebih luwes lagi, hal itu karena dengan kebijakan saat ini acara resepsi pernikahan tidak diperbolehkan sama sekali," ucapnya kepada wartawan, Selasa, (27/7).

Alumni Universitas Pajajaran ini menerangkan dengan dilaksanakan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, harusnya acara resepsi pernikahan bisa tetap dilangsungkan.

"Kuncinya itu dipelaksanaan Prokes Covid-19 dan jumlah undangan yang terbatas sesuai kapasitas gedung tempat resepsi, kalau itu dilakukan maka resiko penyebaran wabah virus corona (Covid-19) pun bakal berkurang hingga kami minta point aturan larangan resepsi pernikahan diperluwes atau dilonggarkan," terangnya.

Tian sapaan pria penyuka band progressive metal Dream Theater ini menuturkan bahwa resepsi pernikahan adalah hak dasar manusia dewasa, hingga pelarangannya tidak boleh dilakukan dalam waktu yang lama.

"Akibat pelarangan resepsi pernikahan, tak hanya hak dasar pasangan pengantin dan keluarganya saja yang tak bisa mereka dapatkan, tetapi juga mempengaruhi pendapatan para wedding planner, usaha jasa tenda, dekorasi, make up, penyewaan pakaian, video maup fotografer,"  tutur Tian.

Ayah satu orang anak ini menjelaskan sebelum kebijakan aturan PPKM Darurat atau Level 4, event organizer juga terpengaruh kebijakan larangan rapat di hotel-hotel yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo pada Tahun 2015 lalu.

"Waktu kebijakan larangan rapat di hotel-hotel yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo, kami sebagai event organizer masih bisa beralih ke wedding planer. Saat ini dengan kebijakan PPKM Darurat atau Level 4, kami bingung mau usaha apalagi  untung saja di Kabupaten Bogor ada beberapa desa yang minta dibuatkan profilnya, namun hal itu tidak bisa diandalkan karena anggaran pemerintah desa juga diprioritaskan untuk menangani wabah Covid-19," jelasnya. (Reza Zurifwan)

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

Kota Bogor Revisi Target Vaksin, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 September 2021 | 18:00 WIB

Pemkot Bogor Segera Buka Tempat Wisata, Ini Pesan Bima

Kamis, 23 September 2021 | 17:27 WIB
X