Sahabatnya jadi Korban Pencurian, Irfan Hakim Geram

Artis Irfan Hakim marah dan geram kepada pelaku pencurian ikan hias arwana super red berinisial UG (30). Hal itu ia ungkapkan saat mengikuti konferensi pers yang digelar Sat Reskrim Polres Bogor, Selasa (27/7/2021).

Sahabatnya jadi Korban Pencurian, Irfan Hakim Geram
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cibinong - Artis Irfan Hakim marah dan geram kepada pelaku pencurian ikan hias arwana super red berinisial UG (30). Hal itu ia ungkapkan saat mengikuti konferensi pers yang digelar Sat Reskrim Polres Bogor, Selasa (27/7/2021).

Ia mengaku merupakan sahabat dari pemilik budidaya ikan hias arwana super red berinisial KE alias PL yang ada di Kampung Pajeleran, Kelurahan Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Saya emosi, marah dan geram kepada tersangka UG, ia telah mengkhianati sahabat saya, padahal UG merupakan orang kepercayaan dari korban pencurian ini," ucap Irfan.

Baca Juga : Komplotan Pencurian Ikan Arwana Super Red Terungkap, Pelakunya Orang Dekat

Ayah lima orang anak ini mengungkapkan bahwasannya ia cukup mengenal pelaku atau tersangka UG karena ia juga kerap ikut panen di tempat budidaya ikan hias arwana super red tersebut.

"Tak hanya ketika panen, di saat ada waktu saya dan sahabat saya juga kerap ikut memberikan makan. Di saat itu saya sering ngobrol dan bercanda dengan tersangka UG. Saya juga sangat kecewa kepada pelaku pencurian," ungkapnya.

Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada Sat Reskrim Polres Bogor, terutama Kapolres Bogor AKBP Harun karena selama ini ia tau betapa penungkapan kasus pencurian ikan hias arwana super red ini ditunggu oleh sahabatnya.

Baca Juga : Wedding Planner Harapkan PPKM Level 4 Tidak Diperpanjang Lagi, Ini Alasannya!

"Selama ini, saya kerap menjadi tempat curhat KE atau PL. Saya tau bagaimana sakit hatinya beliau dan bagaimana ia ingin  kasus pencurian ini segera terungkap. Ia sangat mencintai ikan langka dan kebanggan bangsa Indonesia ini dan tak sekalipun, KE alias PL menjual ikan hias arwana super red miliknya," ucapnya.

Irfan memaparkan kerugian KE alias PL tidak ternilai, karena selain tidak pernah dijual, ikan hias arwana super red ini merupakan ikan khas atau hanya hidup di perairan Indonesia tepatnya di Pulau Kalimantan.

"Bagi saya, ikan hias arwana super red  kebanggan bangsa Indonesia tidak ternilai hingga kalau ditanya berapa prakiraan kerugian korban, maka saya jawab jumlah kerugiannya tidak ternilai," papar Irfan.

Baca Juga : Tirta Pakuan Sesuaikan Jam Operasional dan Layanan Dimasa PPKM Level IV

KE alias PL menjelaskan, sudah memelihara ikan hias arwana super red atau ragam lainnya sejak 1974 silam. Ia telah membudidayakan ribuan ekor ikan hias arwana.

"Dalam pembudidayaan ikan hias arwana supet red atau ragam lainnya ini, saya murni cinta dan demi melindungi kekayaan satwa Bangsa Indonesia. Kalau ada yang minta, asalkan ia sungguh-sungguh penghobby maka saya kasih dengan gratis," jelas KE.

Dalam kesempatan konferensi pers Sat Reskrim Polres Bogor ini, ia mengajak masyarakat ikut melindungi ikan hias arwana super red atau ikan khas Indonesia lainnnya. 

"Ikan arwana terbaik di seluruh dunia ada di Pulau Kalimantan yaitu yang jenisnya super red. Karena ini merupakan primadonanya dan termasuk hewan purba, maka saya mengajak seluruh masyarakat untuk melindunginya dari kepunahan," sambungnya.

Sementara itu, pelaku UG mengaku sangat menyesal atas kesalahannya terutama dalam mengkhianati kepercayaan bosnya PE alias KL.

"Saya sangat menyesal dan meminta maaf kepada pak KE dan Irfan Hakim karena telah melakukan pencurian ikan hias arwana super red. Saya melakukan hal ini karena kebutuhan ekonomi dan juga hasutan dari teman," kata UG. (Reza Zurifwan)


Editor : donramdhani