• Senin, 27 September 2021

Gage Dibuat Lebih Ketat, Ini Langkahnya

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 20:10 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor. (rizki mauludi)
Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor. (rizki mauludi)

INILAH, Bogor - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor memutuskan ganjil genap (Gage) diperpanjang seiring dengan diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat.

Bahkan Gage akan lebih diperketat diparkiran dan parkiran pasar dengan dibentuk posko-posko Protokol Kesehatan (Posko) dilokasi-lokasi yang dianggap rawan pelanggaran terutama di pasar-pasar.

Wali Kota Bogor yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Bima Arya mengatakan, hari ini pihaknya melakukan rangkaian rapat, secara internal Satgas Covid-19 Kota Bogor melakukan evaluasi, kemudian menerima arahan dari Gubernur Jawa Barat. Kemudian berdasarkan instruksi Mendagri bahwa Kota Bogor masih berada di level 4 bersama wilayah aglomerasi.

Diketahui angka menunjukkan bahwa situasinya membaik, angka positif aktif sudah di 3.000-an, ketika awal PPKM mencapai 8.000 orang yang aktif positif. Sudah jauh menurun, angka kematian dan kesembuhan lebih membaik. Secara umum hari ini lebih ditekan lagi supaya lebih naik ke level 3. Kalau mau naik ke level 3 angka positifnya harus ditekan dibawah 100 orang per hari.

“Angka keterawatan di RS harus ditekan lagi, ini BOR juga jauh lebih membaik. Karena itu Satgas melakukan beberapa langkah, Kapolresta Bogor Kota akan menyampaikan detail," ungkap Bima kepada wartawan di teras Balai Kota Bogor pada Selasa (3/8/2021) sore.

Bima melanjutkan, kebijakan mengurangi mobilitas dan kerumunan tetap dilakukan, Gage masih dilanjutkan, kemudian fokus terhadap kegiatan testing dan tracing. Ditargetkan 1:15 tracing ini, satu positif maka 15 orang harus di tracing dalam waktu 72 jam dengan perkuat tim tracing. Lalu diperkuat pengawasan Isoman jangan sampai ada perburukan hingga dibawa ke RS.

"PPKM di tingkat wilayah harus lebih diperkuat oleh camat, lurah, RW dan RT. Semua masih sama kebijakan di level 4, kebijakan terkait pasar tradisional dan rumah makan masih sama. Vaksin masih terus digenjot, hari ini sudah mampu mentargetkan satu hari 17 ribu vaksin tapi tergantung pada suplai vaksin dari pusat," terangnya.

Bima menambahkan, kalau suplai lancar maka bisa selesai sesuai target, tetapi kalau tidak ya bisa mundur lagi. Ada juga di batalyon Yonif 315/Garuda untuk mencapai parhari bisa mencapai 17 ribu.

Bima menjelaskan, Pemkot Bogor juga pada Rabu (4/8/2021) akan melaunching program ASN peduli, kontribusi ASN Kota Bogor yang dialokasikan untuk membelanjakan kebutuhan warga yang terpapar untuk dipenuhi sari UMKM terdekat. Nanti ada anggaran dari ASN ke kelurahan kemudian kelurahan yang membelanjakan warung dan UMKM sekitar.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Kota Bogor Revisi Target Vaksin, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 September 2021 | 18:00 WIB

Pemkot Bogor Segera Buka Tempat Wisata, Ini Pesan Bima

Kamis, 23 September 2021 | 17:27 WIB
X