• Kamis, 21 Oktober 2021

Bima Arya Masih Belum Menggelar PTM Terbatas, Ini Catatan yang Harus Dipenuhi

- Senin, 13 September 2021 | 20:09 WIB
Tangkapan layar dari Zoom Meeting saat Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan sosialisasi rekomendasi terkait PTM Terbatas dan Vaksinasi Pelajar. (INILAHKORAN/Rizki Mauludi)
Tangkapan layar dari Zoom Meeting saat Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan sosialisasi rekomendasi terkait PTM Terbatas dan Vaksinasi Pelajar. (INILAHKORAN/Rizki Mauludi)

"Kedua, harus masuk ke langkah preventif agar anak tidak terpapar. Karena itu edukasi, sosialisasi terkait pola hidup sehat dan ancaman Covid-19 mutlak diperlukan," tambahnya.

Ketiga, untuk menjamin hak dasar anak tadi, maka harus punya database yang valid dan akurat terkait anak-anak yang terdampak secara ekonomi dan terdampak secara psikis karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Baca Juga: Ini Alasan SLB ABCD Cringin Kota Bandung Belum Melaksanakan PTM Terbatas

"Nah, data ini harus diperbaharui untuk mengetahui tingkatan dan kebutuhannya apa saja. Ini untuk menjamin memenuhi kebutuhan dasar mereka, bukan sekedar memberikan santunan atau sembako, tapi memastikan tidak memiliki kendala psikologi," tegasnya.

Bima Arya menjelaskan, hal itu tentu saja tidak bisa dilempar ke RT/RW Siaga, namun ke DP3A, Disdik, Dinkes untuk memastikan sampai ke aspek psikologis pendampingan.

"Kemudian kita fokus persiapan PTM, ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, walaupun banyak menerima aspirasi yang sudah tidak sabar untuk PTM, baik dari orang tua, anak-anak, sekolah, tapi tidak mungkin jalan dengan ceroboh karena ini memerlukan kolaborasi," jelas politisi PAN ini.

Baca Juga: Puluhan Sekolah di Wilayah Sumur Bandung Siap Laksanakan PTM Terbatas Tahap Dua

Bima Arya juga membeberkan, saat ini capaian vaksinasi pelajar sudah 70 persen baik negeri dan swasta. Di pekan ini, Pemkot Bogor mengejar target 80 persen vaksinasi dosis pertama bagi pelajar. Selanjutnya, kembali mengecek daftar periksa di sekolah karena sudah cukup lama sejak uji coba.

"Hal yang penting lainnya, memastikan Komite Sekolah memberikan dukungan, komunikasi orang tua berjalan dengan baik, ada sarana atau kanal koordinasi yang efektif untuk bertukar informasi dan saling terbuka terkait kondisi setiap anak. Sebab, jika ada yang ditutupi akan menjadi persoalan besar," paparnya.

Nantinya, ada kecamatan dan kelurahan yang ikut mengawasi lokasi sekolah, ada satgas mengawasi kerumunan di sekolah, tidak boleh ada anak-anak nongkrong di luar sekolah.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengedar Sabu Asal Cina Diciduk Polres Bogor

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:52 WIB
X