• Jumat, 17 September 2021

Nyaris Ricuh! Pengosongan dan Penyerahan Aset PT Tjitajam di Bojonggede, Sempat Bawa-bawa Oknum Ormas

- Rabu, 15 September 2021 | 14:28 WIB
Proses eksekusi pengosongan dan penyerahan aset-aset milik PT. Tjitajam di Desa Ragajaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor hampir berakhir ricuh. (Reza Zurifwan)
Proses eksekusi pengosongan dan penyerahan aset-aset milik PT. Tjitajam di Desa Ragajaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor hampir berakhir ricuh. (Reza Zurifwan)
INILAH, Bojonggede- Tanpa pengamanan dari Polres Metro Kota Depok, proses eksekusi pengosongan dan penyerahan aset-aset milik PT Tjitajam di Desa Ragajaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor hampir berakhir ricuh.
 
"Pagi tadi, dalam proses eksekusi pengosongan dan penyerahan aset-aset milik PT Tjitajam di Desa Ragajaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor hampir berakhir ricuh. Hal itu mungkin karena tak adanya pengamanan dari Polres Metro Kota Depok, padahal pihak Pengadilan Negeri Kelas I A Cibinong, sudah menyurati pihak kepolisian," ucap kuasa hukum PT Tjitajam Reynold Thonak kepada wartawan, Rabu 15 September 2021.
 
 
Ia menerangkan, walaupun hampir ricuh karena pihak PT Green Construction City atau Ahmad Hidayat Assegaf membawa oknum organisasi masyarakat, pihak panitera Pengadilan Kelas I A Cibinong tetap berhasil melakukan pengosongan dan penyerahan aset PT. Tjitajam.
 
"Kami mengapresiasi ketua dan panitera Pengadilan Negeri Cibinong karena konsisten dalam  melaksanakan putusan Pengadilan Negeri Cibinong, Pengadilan Tinggi Bandung dan Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 2682 K/Pdt/2019 tertanggal 4 Okrober 2019 yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht Van Gewijsde)," terangnya.
 
Reynold menuturkan dengan dilaksanakannua eksekusi pengosongan dan penyerahan aset PT. Tjitajam, maka menurut hukum yang sah susunan organ pengurus dan pemegang saham ialah Rotendi selaku direktur dan Jahja Komar Hidayat sebagai Komisaris dengan pemegang 2250 saham dimiliki PT. Suryamega Cakrawala dan 250 saham dimiliki oleh Jahja Komar Hidayat.
 
 
"Hari ini ada 3 objek eksekusi aset lahan yang hari ini kami terima dengan total luas 530.400 meter persegi, untuk aset lainnya yaitu dengan surat hak guna bangunan (SGB) nomor 1800/Ragajaya dan SHGB nomor 1801 yang sudah berdiri 3.000 unit rumah, maka akan dilakukan secara bertahap proses eksekusinya baik oleh Pengadilan Negeri Cibinong maupun Pengadilan Negeri Kota Depok," tutur Reynold.
 
Ia menegaskan bahwa kedudukan PT. Tjitajam serta kepemilikan aset-asetnya telah dipertegas atau diteguhkan oleh 8 putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht Van Gewijsde).*** (Reza Zurifwan)

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Duh, Bangunan SD Dekat Istana Bogor Ambruk

Kamis, 16 September 2021 | 17:04 WIB

Tokoh Pers Bogor H. Herman Suriawijaya Tutup Usia

Kamis, 16 September 2021 | 08:22 WIB
X