• Kamis, 28 Oktober 2021

Puncak Ngahiji Tolak Wacana Penerapan 4 in 1 di Kawasan Puncak, Kenapa?

- Kamis, 16 September 2021 | 13:45 WIB
Operasi ganjil genap (Gage) bagi kendaraan yang menuju Kawasan Puncak dan Sentul, Kabupaten Bogor dianggap berhasil menurunkan angka kemacetan lalu lintas kendaraan hingga ke angka 40 persen. (Reza Zurifwan)
Operasi ganjil genap (Gage) bagi kendaraan yang menuju Kawasan Puncak dan Sentul, Kabupaten Bogor dianggap berhasil menurunkan angka kemacetan lalu lintas kendaraan hingga ke angka 40 persen. (Reza Zurifwan)

INILAHKORAN, PuncakPuncak Ngahiji menolak rencana pemerintah memberlakukan 4 in 1 untuk mengatasi kemacetan di Jalur Puncak.

Rencana 4 in 1 itu sempat mengemuka dari Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi akhir pekan lalu. Rencana ini sebagai salah satu pilihan solusi mengatasi kemacetan di Kawasan Puncak di akhir pekan.

Budi Setiadi saat itu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan ganjil genap. Dia menyatakan ada peningkatan jumlah kendaraan maupun kemacetan lalu lintas karena masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya sudah banyak yang tahu atau tersosialisasikan aturan ganjil-genap.

“Dalam penerapan aturan ganjil genap di Kawasan Puncak dan Sentul ini akan dikombinasikan dengan kebijakan rekayasa arus lalu lintas lainnya. Bisa saja satu arah (one way) dan mungkin juga three atau four ini one (3 in 1 atau 4 in 1),” katanya.

Baca Juga: Aturan Ganjil-genap Puncak Tinggal Nunggu Finalisasi Kemenkumham, Seperti Apa?

Hal itu, sebut Budi Setiadi, agar jumlah kendaraan roda empat lebih lagi mengalami penurunan. Terjadinya penurunan arus kendaraan menuju Kawasan Puncak, dia nilai, juga karena banyak masyarakat Jabodetabek yang tahu akan aturan baru ini.

Tetapi, wacana menerapkan sistem 4 in 1 ini mendapatkan penolakan dari Puncak Ngahiji. Mereka juga menolak adanya pengawalan kendaraan dengan menggunakan motor gede seperti yang kerap terjadi.

“Sebab, sesuai Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Raya nomor 22 Tahun 2009 pengawalan yang bukan kendaran pejabat publik dalam masa tugas luar dinas untuk tidak boleh dikawal,” tambah Uka, pengurus Puncak Ngahiji.

Uka menuturkan bahwa bersama tokoh masyarakat lainnya sudah menyampaikan keinginan masyarakat untuk penghapusan sistem rekayasa arus lalu lintas lainnya yaitu satu arah atau one way.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Glow Buka Kembali? Bima Arya: Tak Ada, Belum Buka!

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:59 WIB
X