• Minggu, 17 Oktober 2021

Rocky Gerung vs Sentul City, Pengamat: Aneh BPN Kabupaten Bogor Kok Bungkam

- Minggu, 19 September 2021 | 16:58 WIB
Rocky Gerung
Rocky Gerung

INILAHKORAN, Babakan Madang- Berlarut-larutnya kasus sengketa tanah di Blok 27 Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor antara Rocky Gerung dengan PT Sentul City Tbk dianggap sebagai sebuah keanehan. Gara-garanya, Kantor Agraria Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor terus-terusan bungkam.

"Aneh, sudah lama berpolemik atau bersengketa kasus sengketa Rocky Gerung atau warga lainnya dengan PT. Sentul City, Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor tidak ngomong siapa pihak yang berhak atas alas hak tanah tersebut," kata pengamat kebijakan publik Yusfitriadi kepada wartawan, Minggu 19 September 2021.

Ia menerangkan ada dugaan pihak Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor sedang memikirkan pihak mana yang akan menguntungkan mereka hingga kasus sengketa tanah ini dibiarkan berlarut-larut.

Baca Juga: Rocky Gerung Kedatangan Tamu Spesial, Said Didu Bersama Rombongan Ikut Bahas Kasus Rocky vs Sentul City

"Di zaman semodern atau digital ini, hanya butuh 5 hingga 10 menit untuk mengetahui siapa pemiilik sah atas lahan yang alas haknya hak guna usaha (HGU) atau hak guna bangunan (HGB) tersebut hingga saya melihat Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor tidak serius dalam bekerja atau data tanah di instansi tersebut memang acak-acakkan," terangnya.

Yus sapaan akrabnya menuturkan, ada kemungkinan kedua belah pihak yang berseteru atau bersengketa punya 'back up' masing-masing hingga Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor gamang dalam membuat keputusan.

Baca Juga: Rocky Gerung vs Sentul City: Perjuangan Kami untuk Warga Desa Bojongkoneng!

"Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor bisa saja gamang mengambil keputusan karena Rocky Gerung maupun PT. Sentul City Tbk punya 'back up', atau kalaupun 'mentok', maka pihak pengadilan lah yang berhak memutuskan atas permainan dari para mafia tanah ini," tutur Yus.

Pria yanb juga Direktur Democrazy Electoral Empeworment Partnership (DEEP) ini berharap kasus sengketa lahan ini tidak dibawa ke ranah politik, karena bakal banyak variabel yang menjadi penilaian atau persepsi masyarakat umum.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X