• Sabtu, 27 November 2021

Pembangunan Jalur Puncak II, Pusatnya Lelet, Cianjur-Bogor Makin Greget

- Minggu, 19 September 2021 | 22:57 WIB
Petugas gabungan Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor mengarahkan kendaraan saat penerapan sistem ganjil genap di Jalan Raya Puncak, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/9/2021). Polres Bogor menerapkan metode baru dalam uji coba ketiga ganjil genap di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor pada  17-19 September 2021, uji coba ini membagi tiga rute kendaraan dari Jalan Tol Jagorawi yakni gerbang Tol Sentul Selatan dengan akses Jalan Bukit Pelangi, pintu Tol Sumarecon dengan akses jalan Cibanon dan pintu Tol Ciawi dengan akses Gadog menuju Puncak. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa. (YULIUS SATRIA WIJAYA)
Petugas gabungan Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor mengarahkan kendaraan saat penerapan sistem ganjil genap di Jalan Raya Puncak, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/9/2021). Polres Bogor menerapkan metode baru dalam uji coba ketiga ganjil genap di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor pada 17-19 September 2021, uji coba ini membagi tiga rute kendaraan dari Jalan Tol Jagorawi yakni gerbang Tol Sentul Selatan dengan akses Jalan Bukit Pelangi, pintu Tol Sumarecon dengan akses jalan Cibanon dan pintu Tol Ciawi dengan akses Gadog menuju Puncak. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa. (YULIUS SATRIA WIJAYA)

INILAH, Bogor – Rekayasa lalu lintas di kawasan Puncak, ternyata, sudah dilakukan sejak 36 tahun yang lalu. Yang bisa menyelamatkan wilayah tersebut dari stagnasi lalu lintas hanyalah pembangunan jalur Puncak II.

Kebijakan ganjil genap aglomerasi lima wilayah, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, bahkan dianggap bukan solusi, terutama di Bogor dan Cianjur.

Solusi terbaik mengurai kemacetan lalu lintas ialah membangun Jalan Puncak II atau Poros Tengah Timur (PTT) sepanjang 48 km, mulai dari Kecamatan Citeureup-Babakan Madang-Sukamakmur, Kabupaten Bogor hingga Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Karena itu, baik Bupati Bogor Ade Yasin maupun Bupati Cianjur Herman Suherman, bahkan dalam pertemuannya di Melrimba Garden, Desa Tugu Utara, Cisarua bersama Forkimpda, masing-masing sepakat untuk mendesak pemerintah pusat membangun Jalan Puncak II.

Baca Juga: Gage Algomerasi Bukan Solusi, Bupati Bogor dan Cianjur Desak Pemerintah Pusat Bangun Jalan Puncak II

“Saat pelaksanaan sistem ganjil genap, antrean kendaraan sejak dari Pintu Tol Ciawi terbilang panjang,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin, kepada wartawan.

Apabila diberlakukan sistem rekayasa arus lalu lintas satu arah atau one way yang sudah berlangsung sejak 36 tahun lalu, maka akan mempengaruhi pendapatan pelaku usaha jasa wisata.

“Karena pelebaran Jalan Raya Puncak atau pembangunan jalan layang itu kecil kemungkinan, maka kami pun mengusulkan solusi satu-satunya yaitu agar pemerintah pusat membiayai pembangunan Jalan Puncak II,” kata Ade Yasin.

Jika di luar Pulau Jawa, sambungnya pemerintah pusat bisa membangun belasan hingga ratusan triliun rupiah, maka untuk membangun secara tuntas Jalan Raya Puncak II itu maksimal hanya membutuhkan biaya Rp5 triliun.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Duh...13 Kios IPB Dramaga Hangus Dilalap Api

Senin, 22 November 2021 | 10:50 WIB
X