• Rabu, 8 Desember 2021

Tiga Pasien Gorila Dokter Aprilia Semua Berujung Alami Gangguan Jiwa

- Senin, 20 September 2021 | 11:56 WIB
Polres Bogor rilis hasil penangkapan pengedar gorila. (INILAH/Reza Zurifwan)
Polres Bogor rilis hasil penangkapan pengedar gorila. (INILAH/Reza Zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor – Tembakau sintetis atau gorila ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan dan menyerang syaraf. Penyalahgunanya bahkan banyak yang menjadi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Di tahun 2020 saja, seperti yang dituturkan Aprilia Lewanna, dokter yang kerap merehabilitasi penyalah guna di BNNK Bogor, dari tiga orang pasiennya yang merupakan pecandu tembakau sintetis atau gorila, semuanya menjadi ODGJ dan dirawat di RS Marzuki Mahdi, Kota Bogor.

“Tembakau sintetis atau gorila masuk ke dalam psikotrapika yang menyebabkan penyalah guna atau pecandunya rusak mental maupun perilaku. Tiga orang pasien saya di tahun 2020 akhirnya dirawat  di RS Marzuki Mahdi karena mengalami ODGJ,” ujar Aprilia kepada wartawan, Senin.

Baca Juga: Juragan Gorila Beromset Miliaran Rupiah Kerja di Kafe Sebagai Samaran?

Aprilia menuturkan, wajar saja penyalah guna tembakau sintetis yang punya banyak merk seperti gorila hanoman, citrus dan jeruk, cepat menjadi ODGJ. Sebab, gorila dibuat dengan menyemprotkan obat anti nyamuk, obat yang mengandung zat psikotrapika dan zat kimia lainnya.

“Pengguna tembakau sintetis ini ciri-cirinya kerap melawan orang tua, nggak punya sopan santun dan lainnya,” katanya.

Tahun ini, menurut Aprilia, jumlah pasiennya yang pengguna tembakau sintetis bertambah menjadi tujuh orang. Rata-rata mereka berasal dari usia remaja.

Kepada orang tua, ia menghimbau untuk menjaga atau memonitor aktivitas anak-anaknya. Sebab, Kabupaten Bogor merupakan daerah transit dan juga 'pasar' dari peredaran tembakau sintetis.

Baca Juga: Satnarkoba Polresta Bogor Ungkap Pabrik Tembakau Gorila

“Kabupaten maupun Kota Bogor ini tak hanya daerah transit dan juga 'pasar' dari peredaran tembakau sintetis. Bahkan awal September lalu, Sat Narkoba Polres Bogor berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis ganja sintetis agau gorila jaringan internasional dari Negara Cina, dengan barang bukti bahan baku atau biang ganja sintetis sebesar 23 kg  dan ganja sintetis seberat 1 kg,” tukasnya. (Reza Zurifwan)

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pandawa ICT Bogor Kirimkan Relawan ke Semeru

Senin, 6 Desember 2021 | 11:05 WIB
X