• Minggu, 5 Desember 2021

Star Energy Turut Meningkatkan Keanekaragaman Hayati di Gunung Salak

- Senin, 20 September 2021 | 14:25 WIB
Manager Policy, Government and Public Affairs (PGPA) PT Star Energy Geothermal Salak Pratama Ltd Nungki Nursasongko Hendradjati.
Manager Policy, Government and Public Affairs (PGPA) PT Star Energy Geothermal Salak Pratama Ltd Nungki Nursasongko Hendradjati.

INILAHKORAN, Pamijahan – PT Star Energy Geothermal Salak Pratama Ltd terus berkomitmen untuk membuktikan perusahaan panas bumi bisa selaras dengan upaya konservasi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Hal itu bisa terwujud melalui program restorasi hutan dan konservasi sumber air. Sebab, PT Star Energy Geothermal Salak Pratama Ltd telah berhasil meningkatkan indeks keanekaragaman hayati di kawasan TNGHS.

“Dengan berbagai program, sampai 2019, PT Star Energy Geothermal Salak Pratama Ltd tak hanya berhasil mengubah panas bumi menjadi energi listrik, tetapi juga berhasil meningkatkan indeks keanekaragaman hayati dari 3,90 menjadi 3,93 di kawasan TNGHS,” ujar Manager Policy, Government and Public Affairs (PGPA) PT Star Energy Geothermal Salak Pratama Ltd Nungki Nursasongko Hendradjati kepada wartawan, Senin 20 September 2021.

Baca Juga: Star Energy Bakal Tingkatkan Produksi Energi Listrik Hingga 390 MW

Ia menerangkan, dari hasil pemantauan satwa kunci yang dilakukan sejak PT Star Energy Geothermal Salak Pratama Ltd memulai program Prakarsa Lintasan Hijau atau Green Corridor Initiative (GCI) pada 2018, terjadi peningkatan populasi macan tutul Jawa dari 6 ekor menjadi 13 ekor pada 2020, elang Jawa dari 6 ekor menjadi 14 ekor, dan owa Jawa dari 4 ekor menjadi 10 ekor.

Menurutnya, program GCI bertujuan merestorasi 265 hektare hutan untuk menghubungkan dua habitat besar yaitu Gunung Halimun dan Gunung Salak demi kelangsungan ekologi dan habitat dari satwa dilindungi dan terancam punah seperti owa Jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis commata), lutung Jawa (Trachypithecus auratus), elang Jawa (Nisaetus bartelsi), dan macan tutul Jawa (Panthera Pardusmelas). Program GCI meliputi kegiatan ekowisata, restorasi mata air dan konservasi hutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

"Melalui program ini, PT Star Energy Geothermal Salak Pratama Ltd berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa ekologi yang terjaga dapat bermanfaat bagi ekonomi berkelanjutan," terangnya.

Baca Juga: Jaga Produksi Listrik, Star Energy Tambah Titik Baru Sumur Panas Bumi

Alumnus Universitas Tri Sakti ini menuturkan program PT Star Energy Geothermal Salak Pratama Ltd itu juga sejalan dengan upaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memastikan pemanfaatan panas bumi berprinsip konservasi melalui Permen LHK Nomor 46/2016 tentang Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi dan Permen LHK Nomor P3/2021 tentang Standar Kegiatan Usaha pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Karena Ini, Petani Coklat Menggugat Sentul City

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:30 WIB

Ridwan Kamil Ajak Bupati-Wali Kota Ramah Investasi

Selasa, 30 November 2021 | 22:15 WIB
X