• Selasa, 26 Oktober 2021

Soal Rencana Kenaikan Iuran Retribusi Sampah, DLH Kabupaten Bogor Dilema

- Rabu, 22 September 2021 | 14:10 WIB
Petugas tampak sedang memunguti sampah di pinggir jalan utama Kabupaten Bogor. DLH setempat berencana menaikkan iuran retribusi sampah. (Reza Zurifwan)
Petugas tampak sedang memunguti sampah di pinggir jalan utama Kabupaten Bogor. DLH setempat berencana menaikkan iuran retribusi sampah. (Reza Zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengalami dilema dalam upaya menaikkan biaya retribusi pemungutan sampah di lingkup masyarakat.

Penaikkan biaya retribusi pemungutan sampah itu penting karena anggaran perawatan armada truk sampah dan gaji petugas armada dan pesapon (biaya operasional) tidak tercukupi dari retribusi pemungutan sampah.

"Retribusi pemungutan sampah hanya Rp 20 miliar, sedangkan besaran anggaran operasional perawatan armada truk sampah dan gaji petugas armada dan pesapon itu Rp 15 miliar dan Rp 37 miliar, hingga kita mengalami defisit Rp 12 miliar. Kami mau merevisi peraturan bupati (Perbup) untuk menaikkan biaya retribusi sampah masyarakat, namun kami khawatir bakal terjadi peningkatan sampah liar," ungkap Kepala DLH Kabupaten Bogor Asnan kepada wartawan, Rabu 22 September 2021.

Baca Juga: Partai Golkar Targetkan Raih Suara Terbanyak di Jawa Barat

Mantan Kabid Pengendali Operasi Satpol PP ini menambahkan jikalau ingin memperluas cakupan layanan pemungutan sampah demi peningkatan biaya retribusi, armada truk dan petugasnya belum mencukupi.

"DLH bisa saja mengejar peningkatan biaya retribusi pemungutan sampah dengan memperluas cakupan pelayanan, dengan armada yang terbatas, pasti kualitas pelayanan bakal menurun. Kami khawatir, malah banyak yang protes karena menumpuknya sampah," tambahnya

Persoalan defisit anggaran ini, ditambah dengan banyaknya sampah liar yang harus diangkat oleh petugas armada truk sampah. Banyaknya sampah liar kini, karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya.

"Masyarakat kita masih rendah kesadaran kecintaan lingkungan hidupnya, masih banyak masyarakat yang tidak mau bayar iuran hingga membuang sampahnya secara liar. Akibat ulah oknum masyarakat ini, biaya operasional perawatan armada truk sampah dan gaji petugas armada dan pesapon pun melonjak naik, sementara retribusi pemungutan sampahnya tidak naik," tutur Asnan.

Baca Juga: Kasus Penipuan dan Penggelapan Meningkat di Masa Pandemi, Ini Imbauan Polisi

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

JQR Gelar Bakti Sosial Bersama Eiger di Megamendung

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:00 WIB
X