• Kamis, 9 Desember 2021

APBD Cekak, Pemprov Jabar Tak Kehilangan Akal, Tawarkan Jalan Tambang ke Investor

- Kamis, 23 September 2021 | 12:14 WIB
Jalan yang biasa dilewati truk pembawa hasil tambang di Kabupaten Bogor. (INILAH/Reza Zurifwan)
Jalan yang biasa dilewati truk pembawa hasil tambang di Kabupaten Bogor. (INILAH/Reza Zurifwan)

INILAHKORAN, Rumpin – Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) sedang tertatih-tatih. Tapi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak kehilangan akal mencari jalan keluar jalan khusus tambang di Kabupaten Bogor.

Mereka, melalui badan usaha milik daerah (BUMD) PT Jasa Sarana akan menawarkan investasi ke calon investor untuk pembangunan jalan khusus tambang.

“Rencananya proyek pembangunan jalan khusus tambang akan ditawarkan PT Jasa Sarana kepada para calon investor,” kata Kepala Kantor Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Wilayah III, Iman Budiman, kepada wartawan di Bogor, Kamis.

Awalnya, sebut Iman Budiman, Pemprov Jawa Barat berniat membiayai jalan tambang itu. Tapi, karena terjadi defisit dalam APBD atau alasan lainnya, maka dibutuhkan dana dari pihak swasta.

Baca Juga: Jalan Tambang Tak Masuk RPJMD, Emil Sekadar Gimmick?

Pria asli Bandung ini menerangkan saat ini Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat sudah membuat rencana bisnis. Harapannya tawaran menarik ini disambut baik calon investor, terutama pihak pengusaha tambang yang berusaha di Kecamatan Rumpin, Cigudeg, Parungpanjang dan kecamatan lainnya di Kabupaten Bogor.

“Bisnis plan jalan khusus tambang ini sudah dibuat semenarik mungkin. Harapan kami disambut baik pihak pengusaha tambang yang ada di sekitar lokasi. Hitungan kami proyek ini selain menguntungkan juga menjadi solusi kemacetan lalu lintas masyarakat umum dan memiliki efek positif lainnya,” terangnya.

Iman menjelaskan dari segi finansial, adanya jalan khusus tambang ini akan menambah keuntungan para pengusaha tambang. Jika awalnya satu unit kendaraan tambang bisa satu kali mengangkut hasil tambangnya, dengan adanya jalan khusus ini bisa dua atau tiga kali pengangkutan.

Baca Juga: Ade Yasin Minta Pemprov Jabar Segera Bebaskan Lahan Jalan Tambang

“Jalan khusus tambang ini lebih pendek jalurnya karena hanya 10-12 km. Pasti mengefesiensikan biaya bahan bakar. Lalu juga tidak ada kemacetan panjang. Jadi, jika sebelumnya cuma bisa satu kali, dengan adanya jalan khusus tersebut, supir truk tambang bisa dua hingga tiga kami mengangkut hasil tambang. Pasti ada peningkatan pendapatan buat para pengusaha tambang,” jelas Iman.

Data yang dihimpun, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) pada Maret 2022 mendatang bakal memulai proyek pembangunan Jalan Tol JORR 3 yang menghubungkan Sentul-Parung-Rumpin-Serpong, hingga rencana tersebut disambut baik Pemprov Jawa Barat dengan menghubungkan jalan tol tersebut dengan jalan khusus tambang.

Jalan khusus tambang ini akan menghubungkan lokasi quary di Kecamatan Rumpin, Cigudeg, Parung Panjang dan kecamatan lainya dengan pintu Tol JORR 3 yang ada di wilayah Rumpin. Pemkab Bogor saat ini juga sedang merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) demi mendukung rencana Pemprob Jawa Barat tersebut. 

Pembangunan jalan khusus tambang ini merupakan solusi dari berbagai permasalahan yang dialami masyarakat sekitar kawasan lokasi tambang atau quary, seperti kemacetan lalu lintas, rusaknya infrastruktir jalan maupun jembatan dan juga timbulnya penyakit inpeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang diduga terdampak dari usaha tambang tersebut.  (reza zurifwan)

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X