• Kamis, 28 Oktober 2021

Tak Hanya Jalan Puncak II, Mulyadi juga Usulkan Bangun Jembatan Ikonik di Perbatasan Bogor-Cianjur

- Sabtu, 25 September 2021 | 14:11 WIB
foto: Reza Zurifwan
foto: Reza Zurifwan
 
INILAHKORAN-Bogor-Anggota badan anggaran (Banggar) DPR-RI Mulyadi dan Bupati Bogor Ade Yasin bertemu ditugu batas Desa Sukawangi  Sukamakmur, Kabupaten Bogor dengan Desa Batu Lawang, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Sabtu, (25/09/2021).
 
Pertemuan politisi Partai Gerindra dan PPP ini dalam upaya mewujudkan rencana pembangunan Jalan Poros Tengah Timur (PTT) atau yang lebih dikenal denga  Jalan Puncak II.
 
"Kalaupun pembangunan Jalan Puncak II ini tidak terealisasi dalam anggaran pendapatan belanja nasional (APBN), maka akan kami dorong melalui dana alokasi khusus (DAK)," kata Mulyadi kepada wartawan.
 
 
Dia menerangkan, kedepan, bersama Pemkab Bogor dan Pemkab Cianjur, akan diselenggarakan sayembara pembangunan jembatan ikonik yang menciri khaskan dua wilayah ini.
 
"Dengan adanya sayembara pembangunan jembatan ikonik yang menciri khaskan Kabuten Bogor dan Kabupaten Cianjur ini, bukan berarti pembangunan  Jalan Puncak II itu berhenti, karena saya terus mendesaknya ke Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Basuki Hadimuldjono saat Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Kuningan beberapa waktu lalu," terangnya.
 
Mulyadi menuturkan, pembangunan Jalan Puncak Iuadalah keharusan, karena dibalik gemerlapnya Kawasan Puncak I dan gemerlap lampu Istana Cipanas, ada masyarakat dua daerah yang keterbatasan akses insfrastruktur jalan.
 
 
"Pembangunan Jalan Puncak II ini keharusan, karena tidak hanya mengurai kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak I tetapi juga bakal ada peningkatan ekonomi masyarakatnya, yang saat ini kondisi  masyarakatnya terbilang tertinggal," tutur Mulyadi.
 
Adanya rencana sayembara pembangunan jembatan ikonik di daerah perbatasan ini, Bupati Bogor Ade Yasin pun sangat senang karena ia pernah membahasnya di acara Bogor Economy Summit.
 
"Sayembara pembangunan jembatan ikonik adalah bentuk sinergitas dan kolaboritas pembangunan insfrastruktur antar dua daerah yang berbatasan langsung, demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur," tukas Ade Yasin. 
 
 
Kordinator 10 Kades di Kecamatan Sukamakmur, Ooy Tamami mengungkapkan bahwa masyarakatnya lebih mudah berobat ke RSUD Cimacan, Kabupaten Cianjur ketimbang ke RSUD Cileungsi.
 
"Karena lebih mudah dan cepat berobat atau ke pasar di Kabupaten Cianjur, maka kami pun mengharapkan pemerintah pusat membangun Jalan Puncak II. Kami mengharapkan suara kami didengar, apalagi waktu tempuh  desa kami ke Istana Cipanas hanya 1 jam saja," ungkap Ooy.(Reza Zurifwan)
 
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Glow Buka Kembali? Bima Arya: Tak Ada, Belum Buka!

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:59 WIB
X