• Selasa, 18 Januari 2022

Dishub Kota Bogor Gelar Sosialisasi Pra-operasional Transpakuan BTS

- Senin, 4 Oktober 2021 | 20:12 WIB
 (rizki mauludi)
(rizki mauludi)

Terkait kesiapan sarana prasarana di lapangan, tak kurang dari 12 shelter tengah diperbaiki dan dipoles. Plus, 24 shelter yang merupakan milik pemerintah pusat, yang tengah dirombak total agar halte bus BTS nantinya sesuai dengan SOP. Untuk petugas di shelter, akan menjadi kolaborasi antaran BPTJ, Dishub, badan hukum hingga Organda untuk kelancaran program BTS.

(rizki mauludi)

Sementara itu, Kasubdit Angkutan Orang BPTJ Saptandri Widiyanto menuturkan sosialisasi ini relatif perlu karena pihaknya mengharapkan agar program BTS ini segera terlaksana di Kota Bogor. Dalam salah satu persyaratannya, program ini harus menghadirkan bus baru.

Baca Juga: PTM Terbatas, Kadisdik Kota Bogor Imbau Siswa Gunakan Transportasi Online

Untuk itu, pihaknya pun mendorong agar Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) sebagai pemenang lelang, segera merealisasikan kewajiban menyediakan bus baru untuk 6 koridor.

"Kami mau cepat, tapi kami mengerti karena program BTS ini butuh penyiapan dan penyediaan bus baru, sesuai dalam persyaratan. Untuk launching, kita tunggu kesiapan PDJT yang berpartner dengan PT Kodjari dan Lorena, dalam menyediakan busnya. Sosialisasi ini kami sampaikan apa-apa tentang BTS. Harapannya secepatnya segera direaliasi dan dilaunching," bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua Organda Kota Bogor M Ishak menegaskan program bus BTS ini didukung penuh pihaknya. Pasalnya, Wali Kota Bogor Bima Arya sempat mengucapkan agar moda transpotasi angkot diubah menjadi bus.

Baca Juga: Inikah Sebab Oknum Warga 'Ngamuk' dan Rusak Kantor Kepala Desa Bojong Koneng?

"Kami mendukung sekali. Sebelum sosialisasi dengan Dishub, kami sudah door to door ke lapangan kepada sopir juga pengusaha dan mereka menerima. Pelaksanaan BTS bisa diterima. Arahan kami kepada mereka, tidak mungkin pemerintah merugikan rakyatnya, jadi ingin memajukan masyarakat nya. Mungkin ada satu dua yang masih kurang setuju. Tetapi KKU dan KKSU sudah berjalan. Kalaupun mereka menolak, mereka selamanya jadi pengusaha angkot, padahal kami mengajak agar menjadi pengusaha bus. Dengan jadi pengusaha bus mudah-mudahan bisa lebih sejahtera," jelas Ishak.***(rizki mauludi)

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dewan Tagih Janji Bima Arya Soal BisKita

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:41 WIB

DPRD Kawal 10 Proyek Besar Tahun 2022 di Kota Bogor

Senin, 17 Januari 2022 | 10:13 WIB

Gage Diterapkan, Ribuan Kendaraan Diputar Balik

Sabtu, 15 Januari 2022 | 15:27 WIB
X