Malam Berdarah di Depan SMA 7 Bogor, Polisi Ringkus Dua Remaja, Sita Enam Senjata Tajam

Dua remaja berinisial RA dan ML diamankan Satreskrim Polresta Bogor Kota setelah terlibat aksi kekerasan yang mengakibatkan tewasnya RM (17)

Malam Berdarah di Depan SMA 7 Bogor, Polisi Ringkus Dua Remaja, Sita Enam Senjata Tajam
Konferensi pers Polres Bogor

INILAHKORAN, Bogor – Dua remaja berinisial RA dan ML diamankan Satreskrim Polresta Bogor Kota setelah terlibat aksi kekerasan yang mengakibatkan tewasnya RM (17).

Kejadian penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam, dilakukan kedua pelaku di depan pintu gerbang SMA Negeri 7 Kota Bogor, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban tewas di lokasi dengan bersimbah darah setelah beberapa bagian tubuhnya terkena senjata tajam.

“Jajaran Polresta Bogor Kota berhasil menangkap para pelaku tujuh jam setelah kejadian. Tersangka utama, yaitu RA (18) dan ML (17),” ungkap Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro saat konferensi pers di Taman Corat Coret, Kamis.

Baca Juga: Tawuran dan Kerumunan Bikin Resah Warga Bogor di Masa PTM Terbatas, Begini Langkah Polresta

Susatyo melanjutkan, para pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Dari pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit dan satu motor yang digunakan untuk mengejar korban. 

"Dari penggeledahan di sekitar lokasi penangkapan kurang lebih ada enam senjata tajam. Ini sudah dipersiapkan," tambahnya didampingi Kasatreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhony Erwanto. 

Susatyo menjelaskan, ada 10 saksi yang telah dimintai keterangan. Dalam perkara ini juga, polisi telah melakukan penyitaan CCTV di lokasi kejadian dan tangkapan layar bukti terkait percakapan aksi kekerasan.

Aksi kekerasan masih terjadi di Kota Bogor ini, tentunya membuat semua pihak prihatin. Karena itu, pihaknya perlu melakukan tindakan penegakan hukum terhadap para pelaku. Pihaknya juga meminta agar semua aksi kekerasan untuk dihentikan. 

“Kami kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat agar hentikan semua aksi-aksi kekerasan, baik itu perorangan maupun kelompok apapun, terlebih ini korban maupun pelaku sama-sama masih pelajar. Kami ingin membangun Kota Bogor beradab,” tegasnya. (rizki mauludi)


Editor : inilahkoran