• Kamis, 30 Juni 2022

Tragedi Remaja Tewas Bersimbah Darah, Ini Langkah Wawalkot Bogor Dedie A Rachim

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 19:41 WIB
 Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim  (Rizki Mauludi)
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (Rizki Mauludi)
 
INILAH, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menanggapi kejadian penganiayaan didekat gerbang SMA Negeri 7 Kota Bogor hingga menyebabkan RM (17) tewas bersimbah darah.
 
Diketahui pelaku RA (18) dan ML (17) sudah diringkus oleh tim Satreskrim Polresta Bogor Kota, Dedie A Rachim menyerahkan semuanya kepada kepolisian. Tetapi perihal langkah antisipasi kedepannya Dedie akan melakukan beberapa langkah.
 
"Perihal kasus sudah ditangani oleh pihak kepolisian, ya kita serahkan kepada kepolisian karena menyangkut kriminal bukan menyangkut kenakalan remaja dijam sekolah. Jadikan diluar itu," ungkap Dedie kepada INILAH melalui telepon seluler pada Kamis (7/10/2021) malam.
 
 
Dedie melanjutkan, pertama dirinya mengapresiasi adanya tim kujang Kota Bogor yang dibentuk oleh Polresta Bogor Kota karena sudah banyak melakukan langkah-langkah preventif mencegah terjadinya tawuran. Baik tawuran pelajar maupun tawuran organisasi massa (ormas) di Kota Bogor.
 
"Mengantisipasi juga geng motor yang meresahkan. Kedua saya meminta seluruh aparatur wilayah memonitoring kondisi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing," terang mantan pejabat KPK ini.
 
Masih kata Dedie, jadi kalau memang ada indikasi akan terjadi suatu kerawanan sosial seperti tawuran, silahkan dikoordinasikan dengan Polresta Bogor Kota atau Polsek terdekat.
 
 
"Nanti bisa juga tim kujang langsung turun. Karena tim kujang banyak membantu kita. Untuk patroli malam Satpol PP Kota Bogor dan Garnisun juga sudah ada. Bahkan Polresta dengan gabungan ada, tetapi Kota Bogor itu 116 kilometer persegi tentu tidak bisa mengcover semua titik," tegasnya.
 
Karena itu Dedie berpendapat, perlu bantuan dari aparatur wilayah. Kepada orang tua dan tokoh masyarakat harus mencoba memberikan pehamahan kepada anak-anak remaja, ditanamkan pemahaman keagamaan, jangan sampai terjadi hal yang merugikan semua.
 
 
"Tetapi kembali lagi kejadian kemarin itu, urusan dendam tapi kebetulan kejadian urusan sekolah. Diluar urusan sekolah dan Satgas pelajaran. Kita tidak tahu mereka janjian atau bagaimana," pungkasnya.*** (Rizki Mauludi)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X