• Selasa, 30 November 2021

Cerita Ayat Supriyatna Pulang dari Papua, Terharu Hingga Kepikiran Bayi Laki-lakinya Sempat Sakit

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 21:00 WIB
 Kepikiran Bayi Laki-lakinya yang Sempat Sakit, Ayat Supriyatna Terharu Usai Pulang dari Papua (reza zurifwan)
Kepikiran Bayi Laki-lakinya yang Sempat Sakit, Ayat Supriyatna Terharu Usai Pulang dari Papua (reza zurifwan)
INILAHKORAN, Cisarua-Lagi mengikuti pelatihan daerah (Pelatda) di lapangan udara (Lanud) Sulaiman Kabupaten Bandung, Jumat (03/09) lalu, Ayat Supriyatna atlet cabang olahraga gantole Jawa Barat harus pulang ke rumahnya di Cisarua, Kabupaten Bogor.
 
Pasalnya, Zaidan Maheer Attahallah bayi laki-lakinya yang baru lahir (29/08) lalu itu sakit infeksi usus, lambung dan juga 'kuning' hingga harus dirawat di RSPG Cibeureum, Cisarua.
 
"Tadinya saya enggan berangkat ke Provinsi Papua untuk mengikuti ajang PON ke XX, namun karena Ketua Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Kabupaten Bogor Wawan Hikal Kurdi dan istri memotivasi saya, siap menanggung semua biaya perawatan dan ikut merawat, saya pun akhirnya berangkat," kata Ayat kepada wartawan, Selasa, (12/10/2021).
 
 
Ia menerangkan, untungnya dua hari setiba di Kabupaten Sentani, Papua, setelah dirawat 12 hari. Zaidan sudah sembuh dari sakitnya hingga membuatnya lega dan lepas dalam bertanding di tiga nomor cabang olahraga gantole.
 
"Alhamdulillah, akhirnya saya bisa bawa pulang tiga keping medali emas ke Kabupatem Bogor dari  nomor ketepatan mendarat perorangan, ketepatan mendarat beregu dan race to goal (RTG). Raihan prestasi ini saya persembahkan untuk anak, istri, orang tua, Ketua PGPI Kabupaten Bogor, masyarakat Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat. Tadi pas baru nyampe, tempat landing olahraga Gantole dan Paralayang di Gunung Mas, dalam pikiran saya itu pengen langsung gendong anak-anak dan tadi ga berasa sampai meneteskan air mata saking senangnya melepas kangen," terang ayah dua orang anak ini.
 
Ayat berharap persembahan medali emas ini menghasilkan bonus uang yang berlimpah, ia ingin membangun rumah setelah pada PORDA XXI Jabar Tahun 2016, bonus dari raihan medali emas dari Bupati Bogor Nurhayanti ia berikan sebidang tanah dengan luas 165 meter.
 
 
"Setiap ajang PORDA maupun PON itu, bonus medalinya saya belikan kendaraan maupun tanah, untuk bonus raihan 3 keping medali emas PON XX di Papua ini, saya akan gunakan untuk membangun rumah karena saat ini saya masih tinggal di rumah orang tua di Kampung Pensiunan Pegawai PT Perkebunan Nusantara VIII di Desa Tugu Selatan, Cisarua," harap Ayat.
 
Ia melanjutkan ajaran orang tua untuk bisa menabung dan tidak menjual motor, mobil, tanah serta rumah yang pertama kali terbeli dari hasil jerih payah sendiri.
 
"Dulu sih sebelum menikah Tahun 2018 lalu, saya agak boros walaupun bonus raihan medali itu hanya saya belikan kendaraan dan memodifikasinya, setelah nikah, akhirnya saya dan istri, mulai bisa mengatur keuangan," lanjutnya. *** (Reza Zurifwan)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hanura Jabar Dukung Ridwan Kamil Nyapres 2024

Senin, 29 November 2021 | 12:24 WIB

Libur Nataru, Kabupaten Bogor Perketat Arus Wisatawan

Minggu, 28 November 2021 | 16:23 WIB
X