• Kamis, 28 Oktober 2021

Kembali Pimpin PPP Bogor Jadi Kado Ultah Zaenul Mutaqin, Ada Pesan Khusus dari Ade Yasin

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:10 WIB
n Zaenul Mutaqin terpilih kembali memimpin DPC PPP Kota Bogor untuk periode 2021-2026.  (Rizki Mauludi)
n Zaenul Mutaqin terpilih kembali memimpin DPC PPP Kota Bogor untuk periode 2021-2026. (Rizki Mauludi)
INILAHKORAN, Bogor- Zaenul Mutaqin kembali memimpin DPC PPP Kota Bogor periode 2021-2026 berdasarkan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VIII DPC PPP Kota Bogor di Bogor Icon Hotel, Kecamatan Tanah Sareal.
 
Kepastian ini merupakan kado ulang tahun ke 51 agi Zaenul Mutaqin yang berulang tahun pada 11 Oktober 2021. Laporan pertanggungjawaban kepengurusan di bawah pimpinan ZM, diterima penuh tanpa syarat. Sehingga seluruh pemilik suara yang hadir dalam Muscab menyatakan agar ZM kembali menjadi Ketua DPC PPP Kota Bogor.
 
Wakil Ketua OKK DPW PPP Jawa Barat, Yusuf Fuad yang memimpin sidang mengatakan, Muscab berjalan sukses dan telah terpilih formatur dari DPC Zaenul Mutaqin, 2 perwakilan PAC, yaitu Ketua PAC Bogor Utara Muhammad Sarifudin dan Ketua PAC Bogor Barat Ujang Wahyudin, perwakilan DPP oleh Joko Puwanto, dan perwakilan DPW Usep Supratman.
 
 
"Hasil Muscab berjalan secara musyawarah mufakat dan tidak melalui voting dan ini tradisi yang harus di apresiasi," ungkap Yusuf.
 
Yusuf melanjutkan, bahkan hasil seluruh Muscab di Jabar tidak ada yang voting tetapi aklamasi.
 
"Diusulkan oleh seluruh pemilik suara dalam hal ini PAC agar Ketua DPC PPP Kota Bogor Zaenul Mutaqin untuk dapat memimpin kembali DPC PPP Kota Bogor periode 2021-2026 dan disampailan secara aklamasi," terangnya.
 
Sementara, ZM mengatakan, Muscab ini tidak hanya pergantian pengurus, pemilihan formatur dan sebagainya. Namun Muscab ini jadikanlah sebagai ajang konsolidasi partai untuk menyiapkan kekuatan mesin partai guna menghadapi agenda Pemilu 2024 nanti. 
 
"Dengan amanah yang diberikan untuk memimpin lima tahun kedepan, dalam waktu dekat saya akan segera melaksanakan musyawarah anak cabang atau tingkat kecamatan, supaya awal tahun 2022 sudah siap perangkat minimal di tingkat kecamatan sehingga bisa berlanjut membenahi yang lain sampai tingkat kelurahan," bebernya.
 
"Ya, dari DPW banyak program yang bisa diturunkan kepada kami ke DPC yang bisa disampaikan pula ke kader kader PAC supaya lebih dinamis dan siap dalam menghadapi pemilu yang akan datang baik Pileg maupun Pilkada," pungkasnya.
 
Ditempat yang sama, Ketua DPW PPP Jawa Barat, Ade Yasin mengatakan, Muscab adalah agenda lima tahunan, tentunya dalam rangka restrukturisasi partai. Agenda muscab ini sudah biasa ada pergantian maupun tetap, dimana teman-teman bisa untuk mempercayai siapa yang akan memimpin. Dalam pemilihan pengurus ini harus loyalitas sehingga bisa solid dan tidak terpecah belah. Dalam situasi pandemi, kegiatan partai lebih soft atau halus, tidak melakukan kerja seremonial mengumpulkan para kader. 
 
 
"Dalam situasi saat ini situasi konsolidasinya pun berbeda dari tahun sebelumnya, misal memperlihatkan kepada masyarakat sebagai partai besar dan sebagainya. Tahun 2019 kami mengalami penurunan yang drastis di wilayah, jangan sampai kembali terjadi, jangan lengah karena goalnya partai dilihat dari hasil pemilu. PPP harus memenangkan agenda Pemilu, baik Pilkada maupun Pileg," ungkap Ade Yasin usai pembukaan Muscab VIII.
 
Ade melanjutkan, ada kerja-kerja partai yang harus segera dilaksanakan oleh pengurus partai, mungkin ada perubahan dibeberapa daerah. Ada beberapa daerah yang sudah selesai sebelum Muscab. Diharapkan kepada para Dewan di Kota Bogor bisa mempertahankan lima kursi. 
 
"Saya apresiasi DPC PPP yang menerima calon struktural dari luar partai. Namun, saya harapkan calon struktural partai dari luar ini tidak serta merta hanya membawa diri sendiri, melainkan misal memiliki gerbong yaa dibawa juga gerbongnya ke PPP. Ada beberapa sasaran kerja partai. Diantaranya, pertama, silaturhami untuk tetap merangkul dan mempertahankan kader kami. Silaturahmi kepada tokoh-tokoh PPP dan tokoh agama yang dahulu pernah ikut serta membesarkan partai," tuturnya.
 
Ade menambahkan, hal kedua pendekatan kepada kaum perempuan, karena kaum perempuan ini konsisten seperti ibu-ibu majelis ta’lim dan sebagainya, suara perempuan sangat signifikan jadi bagaimana bisa dirangkul dan mengajak mereka untuk berada di PPP. Termasuk pendekatan dengan kaum milenial, dimana saat ini kaum milenial cukup tinggi di daerah dengan angka 25 persen hingga 35 persen. Jadi ini sasaran yang harus dirangkul melalui digitalisasi seperti medsos dan sebagainya.
 
 
"Keempat, kaum dhuafa. Perhatian dan pemberian bansos untuk kaum dhuafa serta harus terus menerus melakukan kegiatam sosial ke masyarakat. Ingat, menjadi pengurus partai jangan mengharapkan honor, tetapi bagaimana keiklhasannya untuk membantu dan mengembangkan partai. Soal perjuangan Perda Ponpes di Kota Bogor ini sangat bagus sekali, tetap perjuangkan untuk mengambil pansus," tambahnya.
 
Ade membeberkan, Januari nanti akan ada launching seluruh dewan DPW maupun DPC, dimana launching ini untuk menberikan pemahaman menjadi anggota dewan dan sebagainya. Syarat menjadi anggota dewan, loyalitas, integritas, kapasitas, kualitas dan memiliki uang. Menjadi pengurus partai ini bukan pekerjaan yang mudah, harus memiliki loyalitas, integritas, kualitas dan sebagianya. 
 
 
"Restrukturisasi itu penting, harus ada kolaborasi antara dengan kaum milenial. Adinda Zaenul Mutaqin ini merupakan kader terbaik dan membanggakan. Kalau seluruh internal memberikan dukungan untuk di Pilkada Kota Bogor nanti, maka partai juga akan mendukung," pungkasnya.*** (Rizki Mauludi)
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Glow Buka Kembali? Bima Arya: Tak Ada, Belum Buka!

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:59 WIB
X