• Kamis, 28 Oktober 2021

Relokasi Rumah Warga Terdampak Longsor Rumpin Hampir Tuntas, PT BSM Proses Merelokasi Jalan Desa Cipinang

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:32 WIB
Pembangunan di relokasi korban terdampak bencana tanah longsor . (reza zurifwan)
Pembangunan di relokasi korban terdampak bencana tanah longsor . (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Rumpin - Pasca bencana tanah longsor di Kampung Ciater dan Kampung Jatinunggal, PT Batu Sampurna Makmur (BSM) sudah melakukan evakuasi serta ganti rugi maupun relokasi lahan dan rumah warga yang terdampak ke lokasi yang lebih aman.

PT BSM diketahui menghabiskan dana sekitar Rp5,5 miliar. Dana itu dikeluarkan untuk evakuasi, pengadaan lahan relokasi, dan pembayaran ganti rugi bangunan rumah atau tempat usaha warga terdampak.

"Berdasarkan laporan PT BSM ke Pemkab Bogor, setelah melakukan evakuasi pasca bencana tanah longsor, mereka sudah menyiapkan 17 kavling lahan relokasi. Dimana sebagian rumah sudah terbangun dan sebagian lagi dalam proses dengan biaya ditanggung PT BSM," kata Kabag Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Bogor Budi Cahya Wiryadi kepada wartawan, Kamis 14 Oktober 2021.

Baca Juga: Longsor di Rumpin, Komisi VII DPR RI Bakal Panggil PT BSM untuk Bertanggung Jawab

Ia menerangkan, proses pembangunan rumah tersebut sempat terkendala negoisasi tempat dan juga adanya tradisi budaya di Kecamatan Rumpin. Sebab, berdasarkan tradisi setempat saat bulan Maulud itu dilarang melakukan pembangunan rumah.

"Saat ini, pembangunan 6 unit rumah pengganti hampir tuntas, karena saat ini sudah bukan lagi bulan Maulud. Mudah-mudahan sebagian rumah-rumah yang lagi berproses pembangunannya, dalam waktu dekat bisa dihuni lagi oleh warga hingga mereka tidak lagi tinggal di rumah kontrakan atau sanak saudaranya," terangnya.

Budi melanjutkan, selain relokasi lahan, rumah dan jalan Desa Cipinang, pihak PSM juga sudah memasang alat ukur extensometer untuk mendeteksi potensi bencana tanah longsor susulan.

Baca Juga: Longsor di Rumpin karena Pengawasan Usaha Tambang Lemah, Ade Yasin Bakal Lakukan Ini

"Agar tidak terjadi korban jiwa atau materil, PT. BSM sudah memasang 7 alat ukur extensometer, jika ada pergeseran tanah yang bisa menyebabkan bencana tanah longsor, maka alat tersebut akan mengeluarkan bunyi alarm ke masyarakat sekitar dan mengirimkan pesan singkatnya ke pengguna alat," lanjut Budi.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Glow Buka Kembali? Bima Arya: Tak Ada, Belum Buka!

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:59 WIB
X