• Kamis, 21 Oktober 2021

Uu Siap Tindak Tegas Sekolah Jika Para Siswanya Terlibat Tawuran

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:15 WIB
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum (Rizki Mauludi)
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum (Rizki Mauludi)
INILAH, Bogor - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum akan memberi tindakan tegas kepada sekolah yang siswanya pelaku tawuran ataupun melakukan kekerasan terhadap siswa lain ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau SMK dibawah Provinsi Jawa Barat.
 
Hal itu diungkapkan Uu usai mendatangi rumah duka RM (17) siswa SMAN 7 Kota Bogor tewas dianiaya di Jalan Palupuh Raya, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara pada Kamis (14/10/2021).
 
"Ya, tindakan tegas perlu dilakukan, apalagi bila kejadian serupa terulang. Tindakan tegas yang dimaksudkan dari mulai penundaan pencairan bantuan bagi siswa termasuk tindakan hukum bila diperlukan. Saya juga turut mengungkapkan rasa sedih atas meninggalnya siswa SMAN 7 Kota Bogor akibat dianiaya," ungkap Uu kepada wartawan.
 
 
"Saya akan tegas kalau masih ada yang tawuran jangankan di sekolah negeri, sekolah swasta pun akan diberikan sanksi antara lain tidak akan dicairkan bantuan siswa dari Provinsi Jawa Barat. Karena itu kehati-hatian dari semua agar guru, orang tua dan semua masyarakat mendidik supaya lahir generasi yang hebat," tambah Uu.
 
Uu menjelaskan, dengan begitu, pihak sekolah harus terus menanamkan nilai- nilai kehidupan kepada peserta didiknya. Para guru bisa mengupayakan peningkatan keimanan dan ketakwaan, dalam rangka pembentukan generasi yang karakter dan berakhlak mulia.
 
"Selanjutnya, nilai-nilai kebangsaan, serta kesatuan dan persatuan juga patut untuk terus digaungkan di setiap kegiatan sekolah," jelasnya.
 
 
Uu membeberkan, dirinya mengunjungi langsung rumah duka dan disambut orang tua korban. 
 
"Saya merasakan kepedihan mendalam, insyaallah ada hikmah di balik semua ini," ujarnya.
 
Uu juga menyayangkan, aksi penyerangan hingga merenggut nyawa seorang pelajar tersebut. Ia menegaskan yang terjadi bukan tawuran seperti diberitakan media, tapi penganiayaan. 
 
 
"Beritanya kan tawuran, sebenarnya tidak tawuran. Cuma mereka (korban) datang ke teman kosan kemudian ada penyerangan. Ini kan ada dua orang, kemudian yang nyerang ada beberapa orang, ini di luar jam sekolah," terangnya. 
 
Sementara itu, Ibu Korban, Tina menuturkan, bahwa anaknya, sebenarnya bukan terbunuh karena ikut tawuran. Akan tetapi anaknya secara tiba-tiba diserang oleh sekitar enam orang saat hendak bermain ke kosan temannya. 
 
"Saat ini pelaku sudah berhasil ditangkap, kami keluarga korban menuntut hukum seadil-adilnya," pungkasnya.*** (rizki mauludi)
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengedar Sabu Asal Cina Diciduk Polres Bogor

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:52 WIB
X