• Minggu, 5 Desember 2021

Inikah Penyebab Warga Rumpin Beraksi Tutup Jalan Akses Truk Tambang?

- Senin, 18 Oktober 2021 | 15:50 WIB
Aksi warga Rumpin menutup jalan tambang (INILAH/Reza Zurifwan)
Aksi warga Rumpin menutup jalan tambang (INILAH/Reza Zurifwan)
 
INILAHKORAN, Rumpin - Warga Kampung Cijengir di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, kembali melakukan aksi. Mereka menutup jalan tambang. Apa pemicunya?
 
Anggota DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya, mencium aksi warga Kampung Cijengir di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, itu karena kekecewaan mereka. Pasalnya, anggaran peningkatan Jalan Cicangkal dicoret Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
 
Padahal, Jalan Cinangkal itu patut ditingkatkan kualitasnya. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalur penghubung perbatasan antara Kabupaten Bogor di Jawa Barat dengan Kota Tangerang Selatan di wilayah Banten.
 
"Aksi unjuk rasa warga Kampung Cijengir yang menutup akses truk tambang di wilayahnya itu terjadi diduga karena dicoretnya anggaran peningkatan Jalan Cicangkal tersebut dari APBD tingkat I. Saya menyesalkan, padahal anggaran tersebut sangat dinanti dan dibutuhkan masyarakat Rumpin,"  kata Asep kepada wartawan, Senin, 18 Oktober 2021.
 
 
Warga Kampung Cijengir, Senin, 18 Oktober 2021, kembali melakukan unjuk rasa yaitu menutup akses truk tambang di wilayahnya.
 
Aksi unjuk rasa menutup akses truk tambang ini yang keempat kalinya. Kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, masyarakat meminta agar Jalan Cicangkal yang statusnya  merupakan jalan provinsi untuk segera diperbaiki.
 
"Kami sudah tiga kali melakukan unjuk rasa, namun janji akan diperbaiki pada empat bulan lalu menggunakan anggaran pendapatan belanja  daerah (APBD) tingkat I Jawa Barat itu tidak terealisasi hingga kini. Kali ini, kami pun menagih janji Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil," kata Johan Iskandar kepada wartawan.
 
Pria berusia 24 tahun ini menerangkan aksi unjuk rasa menutup akses truk tambang dari Rumpin atau Parungpanjang, Kabupaten Bogor menuju Tangerang Selatan, Provinsi Bantem akan dilakukan sampai masyarakat mendapatkan kejelasan.
 
"Hingga kini, kemacetan karena truk tambang sudah 10 km, baik yang dari arah Tangerang Selatan maupun Parungpanjang, Kabupaten Bogor atau totalnya 20 km. Kami menuntut kepastian kapan Jalan Cicangkal diperbaiki atau dibangun," terangnya. (Reza Zurifwan)
 

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Karena Ini, Petani Coklat Menggugat Sentul City

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:30 WIB

Ridwan Kamil Ajak Bupati-Wali Kota Ramah Investasi

Selasa, 30 November 2021 | 22:15 WIB
X