• Minggu, 5 Desember 2021

Summarecon Bogor, Buka Akses Jalan Baru untuk Masyarakat Kota dan Kabupaten

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:04 WIB
 (PR_SMRA)
(PR_SMRA)
INILAHKORAN, Bogor - Kehadiran kota mandiri yang dibangun PT Summarecon Agung Tbk di Bogor ditunggu oleh masyarakat. Maklum, berdampak positif bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor, khusus dalam akses jalan.
 
Dengan adanya akses Tol Bogor Selatan KM42.5 dan Jalan kawasan Summarecon Bogor membuka akses baru menuju wilayah kawasan Gunung Geulis Resort dan lingkungan di sekitar wilayah Sukaraja.
 
Selain itu PT Gunung Suwarna Abadi (GSA) Summarecon Group juga telah menyerahkan aset Jalan Parung Banteng kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Yang awalnya jalan Parung Banteng hanya lebar lima meter saat ini menjadi 11 meter, sehingga dilebarkan jalan ini serta pembukaan akses tol dapat memecah kepadatan kendaraan di jalan Pajajaran.
 
Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Sharif Benyamin mengatakan, kehadiran kota mandiri Summarecon Bogor tentunya ditunjang dengan adanya akses Tol Bogor Selatan KM42.5 dan Jalan kawasan Summarecon Bogor sehingga membuka akses baru menuju wilayah kawasan Gunung Geulis Resort dan lingkungan di sekitar wilayah Sukaraja.
 
"Tentunya jalan ini bisa dilintasi oleh masyarakat, sehingga masyarakat memiliki kemudahan akses," ungkapnya kepada INILAH dalam keterangan tertulis pada Selasa 20 Oktober 2021.
 
 
Ia melanjutkan, adanya akases jalan juga ini juga menunjang tingkat penjualan Summarecon Bogor dimasa pandemi, produk sebelumnya tahun 2020, saat launching perdana terjual 555 unit pada 17-18 Oktober 2020. Dengan detail The Mahogany Residence hunian cluster terjual 317 unit, The Mahogany Islan kavling terjual 79 unit, The Agathis Golf Residence hunian cluster terjual 159 unit.
 
"Penjualan tambahan pada 28 November 2020 The Agathis Golf Residence Tahap 5 terjual 35 unit, total produk yang terjual 590 unit pada 2020. Produk yang sedang diluncurkan (2021) launching 30 sampai 31 Oktober 2021 nanti ada The Pinewood Residence hunian cluster dengan mengusung konsep Modern Tropical, karya arsitek ternama Hadiprana. The Rosewood Golf Residence karya arsitektur Thomas Elliott dari PAI, hunian cluster + kaveling bangun mandiri. Total yang akan dipasarkan kurang lebih sekitar 500 unit dua cluster," bebernya.
 
Benyamin juga memaparkan, Summarecon Bogor merupakan pengembangan berskala kota yang di dalamnya akan saling terintegrasi antara hunian. Dengan fasilitas kota lainnya seperti tempat usaha, komersial, pendidikan, kesehatan, dan hiburan yang memungkinkan penghuni dapat melakukan beragam aktivitas didalamnya. Memperhatikan trend work from home (WFH), maka tidak hanya hunian tapi juga fasilitas lainnya di Summarecon Bogor diciptakan untuk memenuhi beragam aktivitas penghuninya. 

 
"Dengan adopsi teknologi seperti koneksi internet berkecepatan tinggi, bekerja nantinya tidak hanya dapat dilakukan di rumah, tapi juga di taman, clubhouse dengan konsep co-working space dan fasilitas lainnya. Sehingga kini, lingkungan rumah tidak lagi sekedar tempat singgah untuk beristirahat dalam beberapa jam, tapi berubah fungsi menjadi 24 hours home," paparnya.
 
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menuturkan, PT Gunung Suwarna Abadi (GSA) Summarecon Group menyerahkan aset Jalan Parung Banteng kepada Pemkot Bogor. Penandatanganan penyerahan aset jalan Parung Banteng tersebut dilakukan di Jalan Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pada Senin (30/11/2020) lalu. Jalan Parung Banteng ini adalah jalan alternatif di pusat Kota Bogor
 
"Nantinya kendaraan yang masuk ke Kota Bogor bisa melewati exit tol jalan Parung Banteng, agar semua kendaraan yang masuk ke Kota Bogor tidak membebani jalan Pajajaran. Jadi kendaraan yang akan masuk ke Kota Bogor, bisa keluar dari exit tol jalan Parung Banteng, lalu nanti menyambung lagi ke jalan R3," ungkap Bima.
 
Sementara, Direktur PT. GSA Hari Arif Sofyan menjelaskan panjang jalan Parung Banteng sekitar 650 meter, dari awal lebar 5 meter dilebarkan menjadi 11 meter, jalan ini nantinya akan menghubungkan wilayah Kabupaten Bogor di Sukaraja ke jalan R3 Kota Bogor.
 
 
"Jadi dari situ bisa masuk ke jaringan jalan yang ada di wilayah Kota Bogor. Untuk melebarkan jalan Parung Banteng ini, kami membebaskan 20 bidang lahan milik warga sekitar dengan tota biaya sekitar Rp30 miliar. Tapi saat pembebasan itu banyak tanah posisi waris, banyak tanah yang dipecah ke beberapa keluarga, alhamdulillah kami bisa bebaskan semua," terangnya.
 
Sebelumnya, Direktur Summarecon lainnya, Herman Nagaria menjelaskan, Summarecon Bogor memiliki luas 500
hektar, sangat ideal untuk dikembangkan sebagai kota mandiri. Hadir di lokasi yang sangat strategis, bersisian dengan Kota Bogor dan dapat dijangkau melalui akses langsung pintu tol Bogor Selatan yang terhubung dengan Tol Jagorawi. Serta dapat pula diakses dari Kota Bogor.
 
"Summarecon akan mengembangkan kota baru di Bogor karena kawasan ini memiliki potensi yang luar biasa baik dari alam maupun pasarnya. Summarecon Bogor memiliki konsep yang berbeda, yaitu kami membangun kota mandiri yang baru untuk first home family, agar hidup dengan environment yang baru, yaitu pemandangan yang indah, udara yang sehat juga segar serta akses yang sangat baik," tuturnya.
 
 
Herman menambahkan, dengan demikian, penghuni bisa menikmati cara dan gaya hidup yang baru new city, new environment and new life. Pengembangan Summarecon Bogor akan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini yaitu hidup di lingkungan yang sehat dalam harmoni keseimbangan alam.
 
"Dengan ketinggian 300-500 meter di atas permukaan laut, ditambah dengan saleable yang hanya 38 persen yang pada umumnya saleable di dataran rendah sekitar 60 persen, memungkinkan penghuni Summarecon Bogor dapat menikmati manfaat lingkungan dan udara yang sehat juga iklim yang sejuk," tambahnya.
 
 
Masih kata Herman, kelebihan lainnya adalah pemandangan gunung, yaitu Gunung Salak, Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Gunung Pancar serta diapit dua lapangan golf 63 holes dengan luas kurang lebih 210 hektare yang tentunya menambah area terbuka hijau dan pemandangan lapangan golf yang indah.***(Rizki Mauludi)
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Karena Ini, Petani Coklat Menggugat Sentul City

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:30 WIB

Ridwan Kamil Ajak Bupati-Wali Kota Ramah Investasi

Selasa, 30 November 2021 | 22:15 WIB
X