• Sabtu, 4 Desember 2021

Setelah Tembus Pasar Nusantara, UMKM Aban Sudrajat Siap Go Global

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:47 WIB
Aban Sudrajat dan produk kerajinan tangannya
Aban Sudrajat dan produk kerajinan tangannya
 
INILAHKORAN, Cigombong - Walaupun usaha kerajinan tangannya yang berbahan baku bambu dan kayu hanya berkelas usaha mikro kecil menengah (UMKM), Aban Sudrajat (25) tidak patah arang dan siap memperluas jaringan bisnisnya ke nusantara atau bahkan luar negeri.
 
Untuk menuju go global tersebut, pria asli Desa Ciadeg, Cigombong, Kabupaten Bogor tersebut tidak hanya memanfaatkan sosial media seperti facebook, instagram dan youtube sebagai sarana pemasaran produk kerajinan tangannya. Ia pun memakai aplikasi digital Linkaja dan Layanan Syariah untuk mempermudah pembayaran transaksi.
 
"Walaupun skalanya masih UMKM, usaha kerajinan tangan atau handycraft yang bahan bakunya dari bambu dan kayu yang saya rintis sejak beberapa tahun lalu siap go global. Kalau untuk pemasaran produk, saya memanfaatkan sosial media, sedangkan untuk pembayaran transaksi selain sistem transfer antar rekening bank, saya juga menggunakan aplikasi digital Linkaja dan Layanan Syariah," ucap Aban kepada Inilahkoran, Rabu (20/10/2021).
 
 
Ayah satu orang anak ini menerangkan, dengan aplikasi digital Linkaja dan Layanan Syariah tersebut, terbukti memudahkan proses transaksi produk usaha kerajinan tangannya.
 
"Dengan aplikasi digital Linkaja dan Layanan Syariah pembayaran transaksi bisa dimana seperti gerai minimarket ternama, aplikasi berbasis syariah ini juga sudah bekerjasama dengan bank yang masuk kedalam badan usaha milik negara (BUMN) hingga memudahkan pembeli maupun saya sebagai pelaku usaha," terangnya.
 
Aban menuturkan usaha kerajinan tangan yang ia beri nama Sagala Tina Awi, sudah memproduksi aneka kerajinan tangan mulai dari gantungan kunci, pigura foto siluet, tempat korek api, pulpen, asbak, tempat botol minum dan sejumlah alat musik khas Sunda seperti tarawangsa, karinding, tarawangsa, kecapi dan lainnya.
 
 
"Produk kreatif Sagala Tina Awi, saya jual mulai dari harga Rp10 ribu hingga Rp2 jutaan. Yang paling mahal itu alat musik seperti tarawangsa, kecapi dan rebab jangkung karena selain bahan bakunya berkualitas dan pilihan, proses produksinya pun bisa 'memakan' waktu hingga tiga bulan. Produk Sagala Tina Awi, paling jauh pembelinya dari Pulau Dewata dan Pulau Borneo," tutur Aban.
 
Ia melanjutkan, selain masyarakat umum dan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bogor, sejumlah politisi asal Jawa Barat dan Menteri pun sudah membeli produk ekonomi kreatif Sagala Tina Awi.
 
"Kalau politisi yang sudah saya buatkan pigura foto siluetnya itu ada Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan dan Anggota  DPR dan mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Terakhir, minggu lalu Menteri Sandiaga Solahuddin Uno juga membeli produk tempat botol minum dari bambu yang sudah diukir bergambar wajahnya. Alhamdulillah, saat ini semakin baik dukungan, baik dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat kepada para pelaku UMKM, ekonomi kreatif dan pelestari alat musik tradisional seperti saya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Karena Ini, Petani Coklat Menggugat Sentul City

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:30 WIB

Ridwan Kamil Ajak Bupati-Wali Kota Ramah Investasi

Selasa, 30 November 2021 | 22:15 WIB
X