• Sabtu, 4 Desember 2021

Pemerintah Pusat Tuding Vaksinasi di Kab Bogor Lambat, Ridwan Kamil Membela Ade Yasin

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 11:41 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melakukan safari vaksin dan bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Cianjur, Sabtu (23/10/2021). (Foto: Fauzi/Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melakukan safari vaksin dan bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Cianjur, Sabtu (23/10/2021). (Foto: Fauzi/Biro Adpim Jabar)
INILAHKORAN, Bogor-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membela Bupati Bogor Ade Yasin, atas klaim pemerintah pusat  yang menilai lambat progres vaksinasi Covid-19 di Bumi Tegar Beriman.
 
"Menurut saya, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor sudah sesuai, InsyaAllah hingga akhir Bulan Desember akan mencapai target yang telah diberikan,"  tutur Ridwan Kamil kepada wartawan akhir pekan ini di Desa Sukagalih, Megamendung.
 
 
Dia menambahkan dirinya memahami presentasi progres vaksinasi Covid-19 yang masih dibawah 40 persen, karena jumlah penduduknya yang sekitar 5,8 juta jiwa dan sama dengan jumlah penduduk di Provinsi Sumatera Barat dan Bali.
 
 
"Jumlah masyarakat di Kabupaten Bogor setara dengan Provinsi Sumatra Barat, jika Sumatera Barat dipimpin 1 Gubernur dan 19 Bupati dan Wali Kota, sementara di Kabupaten Bogor,hanya dipimpin satu orang Bupati. Kalau mengenai aglomerasi, kita harus adil, karena kalau Kabupaten Bogor yang dekat dengan Provinsi DKI Jakarta itu sudah bagus, yang kurang presentase vaksinasi Covid-19 itu wilayah Kabupaten Bogor yamng ke arah Provinsi Banten," tambannya.
 
 
 
Selain membela dengan argumentasi ke pemerintah pusat, Emil sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Barat juga mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor.
 
"Pemprov Jawa Barat tidak hanya membantu pengadaan vaksin Covd-19, tetapi juga banyak sekali termasuk tenaga kesehatan (tenaga vaksinator," jelas mantan Wali Kota Bandung ini.
 
Usai dari kunjungan ke lokasi Eko-Wisata Alam Eiger Adventure Land, Desa Sukagalih, Megamendung, Emil sapaan akrabnya beserta rombongan pun meninjau vaksinasi Covid-10 di SMAN 3 Cibinong.
 
 
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19  di SMAN3 Cibinongtersebut merupakan salah satu bentuk dukungan percepatan program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor, yang dilaksanakan oleh Kantor Cabang Dinas ( KCD ) Pendidikan, Wilayah 1 Jawa Barat. 
 
"Kegiatan vaksinasi Covid-19 di SMAN 3 Cibinong ini  diharapkan dapat mempercepat pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity. Selama ini  kami terus melakukan  peninjauan vaksinasi Covid-19 di semua daerah di Jawa Barat baik itu  kalangan pelajar maupun umum,”  tambah Emil.
 
 
Di lokasi yang masuk dalam Kelurahan Nanggewer tersebut, suami dari Atalia ini pun puas ketika melihat kegiatan Vaksinasi Covid-19 di SMAN 3 Cibinong yang juga diikuti masyarakat umum berjalan dengan  lancar serta tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.
 
“Pelaksanaan vaksinasi  Covid-19 di SMAN 3 Cibinong , Kabupaten Bogor  telah  berjalan dengan baik, menerapkan Prokes si area kegiatan yang lumayan luas,” sambungnya.
 
Ia juga sangat  mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 dan melanjutkan bahwa  kegiatan tersebut jadi salah satu bentuk nyata  dukungan dunia pendidikan terutama civitas aademika  terhadap program percepatan vaksinasi Covid-19 tingkat daerah dan bahkan nasional.
 
"Pelaksanaan vaksinasi  Covid-19  bagi masyarakat umum dan pelajar di wilayah Jawa Barat merupakan komitmen Pemprov Jawa Barat dan pemerintah daerah setempat dalam mempercepat vaksinasi di wilayah," lugas Emil.
 
 
Dalam kesempatan ini, ia juga berharap Pemkab Bogor untuk terus menggenjot  target  vaksinasi Covid-19 tiap harinya. Hal ini akan berkaitan erat  terciptanya Herd Immunity di Provinsi Jawa Barat pada akhir tahun ini.
 
"Hingga kemarin, Vaksinasi Covid -19 sudah mencapai 30 juta jiwa dari total jumlah penduduk 50 juta jiwa atau setara dengan Negara Korea Selatan dan terbanyak di Indonesia, itu kalau dilihat dari segi  jumlah dosis. Namun kalau dari presentase progres vaksinasi Covid-19,  Jawa Barat tidak akan juara dan Indonesia tidak akan menjadi nomor 5 atau 6 sedunia.  Karena wabah Covid-19 belum hilang dan sebelum Presiden Joko Widodo memplokmamirkan kemerdekaan dari wabah tersebut, maka Prokes dan penggunaan masker pun harus tetap kita lakukan," tukasnya.*** (Reza Zurifwan)

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Karena Ini, Petani Coklat Menggugat Sentul City

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:30 WIB

Ridwan Kamil Ajak Bupati-Wali Kota Ramah Investasi

Selasa, 30 November 2021 | 22:15 WIB
X