• Selasa, 30 November 2021

Disdik Kota Bogor: Guru Belum Vaksin Tidak Boleh Mengajar PTM

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:41 WIB
Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi (rizki mauludi)
Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi (rizki mauludi)

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor akan melakukan evaluasi hasil pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas besok. Rapat evaluasi rencananya akan dilaksanakan di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor dengan melibatkan Pengawas Korwil dari setiap kecamatan.

Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi menuturkan, rapat evaluasi hasil uji coba PTM ini dilakukan untuk menentukan apakah pelaksanaan PTM yang sudah dilaksanakan untuk tingkat SMP dan SD dapat dilanjutkan, diperluas atau sebagainya.

Hanafi melanjutkan, pihaknya sudah menggelar uji coba PTM Terbatas pada jenjang SMP dan SD yang ada di wilayahnya awal bulan Oktober 2021. Untuk jenjang SMP diikuti 44 sekolah pada Senin 4 Oktober 2021. Sedangkan, untuk jenjang SD diikuti 36 sekolah dua minggu setelahnya, Senin 18 Oktober 2021.

Baca Juga: Disdik Kota Bogor rencana uji coba PTM SD pada pekan ketiga Oktober

Adapun dari 36 SD yang mengikuti uji coba PTM ini merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan. Di mana, dalam uji coba tersebut hanya kelas 4, 5 dan 6 yang diperbolehkan melakukan PTM.

"Kalau hasilnya baik, kemudian angka Covid-19 terus menunjukkan tren baik. Maka nanti bisa saja bertahap dibuka untuk kelas dibawah kelas 4. Yang terpenting kita coba dahulu dan tidak setiap hari juga saat ini PTM digelar," katanya, Minggu 24 Oktober 2021.

Hanafi menegaskan, untuk urusan vaksinasi guru ataupun tenaga pendidik, dirinya sudah mengeluarkan surat edaran ke semua sekolah SMP dan SD SeKota Bogor bagi guru yang belum divaksin belum bisa mengajar dalam PTM terbatas.

Baca Juga: Pesan Bima Arya untuk Para Guru SD di Bogor: Awasi Tiga Waktu Rawan Saat PTM!

"Kami memerintahkan kepada mereka yang belum divaksin karena penyintas, ada komorbid dan ada juga yang tidak mau harus mau divaksin. Kami beri pemahaman, untuk penyintas bisa setelah sekian waktu, untuk komorbid diminta dahulu pemeriksaan dokter spesialis dan itu yang merekomendasikan. Bagi yang tidak mau diberi pemahaman, jadi kalaupun belum divaksin dilakukan daring," tegasnya.***(rizki mauludi)

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hanura Jabar Dukung Ridwan Kamil Nyapres 2024

Senin, 29 November 2021 | 12:24 WIB

Libur Nataru, Kabupaten Bogor Perketat Arus Wisatawan

Minggu, 28 November 2021 | 16:23 WIB
X